PADEK.JAWAPOS.COM-Akhir-akhir ini ditengah gempuran era digital, semakin banyak anak pra sekolah yang menghabiskan waktunya dengan media digital seperti televisi, gawai, atau permainan online.
Dampaknya bisa beragam; aktivitas anak di luar rumah menjadi berkurang, anak kurang percaya diri bermain dengan teman sebaya, hingga keterikatan emosional anak dan orang tua ikut menipis.
Melalui bermain sambil berolahraga dapat memberi kesempatan mereka untuk bergerak bebas, melatih keterampilan motorik, dan bersosialisasi dengan teman sebaya.
Banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam membantu anak mengembangkan keterampilan motorik anak di usia golden age.
Salah satu cara sederhana namun efektif untuk mengembalikan semangat bermain di luar adalah dengan balance bike atau sepeda tanpa pedal.
Balance bike atau sepeda tanpa pedal kini semakin populer sebagai pilihan pertama sebelum anak belajar sepeda roda dua. Tidak hanya menyenangkan, balance bike juga memberikan banyak manfaat penting bagi perkembangan anak.
Selain bagi anak, kegiatan bermain balance bike ini dapat mempererat hubungan emosional anak dengan orang tua. Bagi orang tua yang sehari hari banyak menghabiskan waktu tidak bersama anak, ini adalah satu waktu yang berkualitas.
Sebelum anak memasuki usia sekolah, keterampilan motorik halus dan motorik kasar perlu berkembang dengan baik. Kedua kemampuan ini menjadi dasar penting untuk berbagai aktivitas belajar.
Saat mulai bersekolah, anak akan belajar memegang pensil, menulis huruf, serta membuat angka. Semua kegiatan tersebut membutuhkan koordinasi mata, tangan, dan keseimbangan tubuh yang baik agar anak dapat duduk tegak, memegangalat tulis dengan benar, dan bergerak dengan percaya diri.
Untuk mendukung hal tersebut, anak memerlukan aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya.
Gerakan mendorong dan menyeimbangkan tubuh saat bermain balance bike dapat memperkuat otot, meningkatkan koordinasi, serta melatih fokus dan kontrol gerakan.
Aktivitas ini secara tidak langsung menyiapkan kemampuan motorik kasar sebagai dasar, sekaligus membantu perkembangan motorik halus yang dibutuhkan ketika anak mulai menulis dan menggambar di sekolah.
Ada beberapa manfaat dari aktivitas balance bike, 1. Melatih Keseimbangan Dengan tidak adanya pedal, anak akan mengandalkan dorongan kaki dan tubuhnya untuk bergerak.
Koordinasi otak dan tubuh dilatih sejak dini untuk mengatur keseimbangan. Hal ini membuat mereka lebih cepat memahami konsep keseimbangan, yang menjadi dasar utama dalam bersepeda.
Awalnya mungkin terasa sulit, namun seiring waktu dengan latihan yang rutin anak akan mudah menyeimbangkan tubuhnya. 2. Mengembangkan Koordinasi Motorik Balance bike membantu anak melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki.
Anak belajar mengarahkan setang, menjaga keseimbangan, sekaligus mengatur kecepatan, sehingga keterampilan motorik halus dan kasar berkembang lebih optimal. Koordinasi motorik ini dapat membantu anak pra sekolah memasuki usia sekolah.
Lalu, ketiga, Meningkatkan Kepercayaan Diri Ketika berhasil mengendalikan sepeda kecilnya,anak menjaga keseimbangan, mengendalikan arah, dan melaju menggunakan kekuatan kakinya sendiri.
Anak seperti mampu meluncur lebih jauh dan mengendalikan setang tanpa terjatuh. Hal ini akan memberikan rasa bangga, rasa percaya diri dan mereka akan lebih berani mencoba hal baru seperti berkenalan dengan teman.
Ini menjadi bekal berharga anak untuk melatih kemandirian sebagai pengalaman awal yang menanamkan keyakinan “aku bias melakukannya sendiri”.
Keempat, Mendukung Aktivitas Fisik Sehat Bermain balance bike membuat anak lebih aktif bergerak di luar ruangan. Aktivitas fisik ini membantu memperkuat otot kaki, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membiasakan gaya hidup sehat sejak dini.
Kemudian, kelima, Membantu Transisi ke Sepeda Roda Dua Anak yang terbiasa menggunakan balance bike biasanya tidak lagi membutuhkan roda tambahan ketika beralih ke sepeda berpedal.
Mereka hanya perlu menyesuaikan diri dengan gerakan mengayuh. Balance bike bukan sekadar permainan, aktivitas ini merupakan investasi cerdas bagi orang tua yang ingin mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh.
Anak meluncur menggunakan kekuatan kaki, anak belajar menjaga keseimbangan, mengasah koordinasi antara mata, tangan, dan tubuh, serta melatih keberanian untuk mencoba hal baru.
Selain dapat dimainkan secara mandiri di rumah, kini semakin banyak ruang publik dan komunitas yang menyediakan kegiatan rutin balance bike.
Salah satunya adalah halaman GOR Semen Padang, yang setiap sabtu sore menjadi arena seru bagi komunitas Kancang Run Bike. Di sini, anak-anak berlatih bersama, bersosialisasi, dan merasakan kegembiraan bermain di alam terbuka.
Nama komunitas ini terinspirasi dari kata “kancang”, istilah dalam bahasa Minang yang sarat makna: cepat, tangguh, gesit, mantap, kokoh, dan tegas.
Terselip doa dan harapan para orang tua seiring nama kancang agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cepat belajar dan sigap memahami situasi, tangguh dalam menghadapi kesulitan tanpa mudah menyerah, gesit dan cekatan dalam bergerak maupun berpikir, mantap saat mengambil keputusan, kokoh dalam kesehatan dan keteguhan hati, serta tegas dalam menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Menanamkan sifat kancang melalui kegiatan balance bike berarti membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kuat, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan.
Lebih dari sekadar permainan, balance bike adalah media pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang akan menemani mereka hingga dewasa.(Merry Kusumawati, S.Pd, Gr, Guru SDN 02 Pampangan)
Editor : Novitri Selvia