PADEK.JAWAPOS.COM-Suasana pagi upacara bendera di sekolah diawali dengan peserta didik berbaris rapi di lapangan yang tenang dan sejuk, seringkali dengan matahari yang belum terlalu terik.
Suasananya berubah menjadi hikmat saat para pengibar bendera mengibarkan Merah Putih dengan penuh hormat, diikuti oleh nyanyian lagu kebangsaan dan doa yang diucapkan dengan khusyuk.
Di bawah arahan pembina upacara, para peserta didik mendengarkan amanat yang membakar semangat, mulai dari motivasi belajar hingga nilai-nilai kebangsaan, sebelum akhirnya bubar dengan perasaan bangga dan bersemangat untuk memulai hari.
Amanat pembina upacara dimulai dengan mengajak peserta didik belajar dari sebuah sebuah permainan sederhana yang sering ditemui di kampung – kampung, yaitu layang – layang.
Walaupun terlihat mainan biasa, layang - layang sebenarnya mengandung anyak pelajaran hidup.
Pertama, untuk terbang tinggi, layang – layang membutuhkan angin. Begitu juga dengan kita. Kalau ingin terbang tinggi meraih cita – cita, kita butuh angin berupa motivasi.
Tanpa motivasi, kita akan malas elajar dan cepat menyerah. Jadi, bangunlah motivasi dalam hati yaitu belajar demi masa depan dan belajar demi membanggakan orang tua dan sekelilingnya.
Kedua, layang – layang tidak bisa terbang tanpa tali. Tali inilah yang mengikat dan menjaga layang – layang tetap seimbang. Bagi penuntut ilmu, tali itu adalah adab.
Ilmu setinggi apapun akan sia – sia tanpa adab. Karena itulah guru selalu menekankan akhlak yaitu sopan santun, hormat kepada guru, disiplin dan rendah hati.
Pesan singkat dari pembina upacara bendera yaitu peserta didik merenungkan dari pelajaran hidup dari layang – layang.
Untuk terbang tinggi utuh motivasi yang harus diikat dengan adab. Semoga peserta didik menjadi generasi yang sukses, berilmu, dan berakhlak mulia.(Evivi Elisabetha S, Guru SDN 29 Payakumbuh)
Editor : Novitri Selvia