Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SDN 13 Salimpaung, Media Digital Wordwall Bantu Siswa Aktif Belajar IPAS

Novitri Selvia • Jumat, 7 November 2025 | 11:58 WIB

AKTIF: Murid SDN 13 Salimpaung terlihat aktif dalam pembelajaran di sekolah sekolah mereka.
AKTIF: Murid SDN 13 Salimpaung terlihat aktif dalam pembelajaran di sekolah sekolah mereka.

PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, mahasiswa PL UIN Mahmud Yunus Batusangkar di kelas 5 di salah satu sekolah dasar UPT SDN 13 Salimpaung berupaya menggunakan metode pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan media interaktif digital Wordwall dalam pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

Penggunaan media ini terbukti menjadikan proses belajar lebih menyenangkan dan mampu menarik perhatian siswa. Para siswa terlihat lebih antusias dan terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.

Mereka dapat berinteraksi langsung dengan materi yang disajikan, sehingga mendorong rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar lebih dalam.

Selain itu, media interaktif ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih variatif, seperti melalui permainan edukatif yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis mereka

Wordwall adalah sebuah platform pembelajaran yang fokus pada permainan (game-based learning), memungkinkan pengajar untuk membuat kuis, puzzle, dan aktivitas edukatif dengan mudah.

Dalam sesi pembelajaran IPAS, guru memanfaatkan Wordwall untuk memperdalam pemahaman siswa tentang topik perubahan wujud benda dan ekosistem.

”Anak-anak biasanya cepat merasa jenuh ketika belajar dengan cara tradisional. Namun setelah menggunakan Wordwall, mereka menjadi lebih antusias dan aktif dalam menjawab soal,”.

Penggunaan Wordwall tidak hanya memecah kebosanan, tetapi juga mendorong kolaborasi di antara siswa. Mereka bekerja dalam kelompok kecil, saling berdiskusi, dan berbagi pemahaman untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan.

Selain itu, Wordwall juga memberikan umpan balik segera kepada siswa setelah mereka menyelesaikan tugas atau permainan, sehingga mereka dapat melihat langsung hasil yang telah dicapai dan aspek apa yang perlu diperbaiki.

Hal ini membantu siswa untuk belajar dari kesalahan mereka dan mendorong pencapaian yang lebih baik di masa mendatang
Salah satu aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran yaitu berupa kuis interaktif yang terdiri dari pertanyaan pilihan ganda dan mencocokkan gambar dengan deskripsi.

Siswa terlihat sangat bersemangat berlomba-lomba untuk mendapatkan skor tertinggi. Selain meningkatkan keterlibatan, metode pembelajaran ini juga memberikan kemudahan bagi guru dalam mengevaluasi karena jawaban siswa langsung muncul secara otomatis.

Berdasarkan observasi, lebih dari 80 persen siswa berhasil menjawab soal dengan benar, menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi.

Media Wordwall juga menciptakan suasana kelas yang lebih kolaboratif dan menyenangkan. Inovasi dalam pembelajaran semacam ini diharapkan dapat menginspirasi para guru lainnya dalam mengembangkan metode pengajaran yang berbasis teknologi digital.

Selain mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pendekatan ini juga melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan beradaptasi dengan teknologi.

“Belajar menggunakan media Wordwall membuat saya tidak merasa ngantuk dan lebih bersemangat untuk belajar,” kata seorang siswa kelas 5 sambil tersenyum bangga.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, pembelajaran digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Inovasi sederhana seperti pemanfaatan Wordwall terbukti mampu memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar di tingkat sekolah dasar.

Selain meningkatkan semangat belajar, penggunaan Wordwall dalam pembelajaran IPAS juga memperkuat interaksi antara guru dan siswa.

Guru tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk berpikir secara mandiri dan bekerja sama dengan teman-teman di kelompok.

Dalam praktiknya, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menjawab kuis Wordwall secara bergiliran.

Sistem poin dan papan peringkat yang ditampilkan di layar membuat suasana kelas terasa seperti arena permainan edukatif. Atmosfer belajar menjadi lebih hidup, penuh semangat, dan jauh dari rasa bosan.

Dari evaluasi pembelajaran yang dilakukan, rata-rata nilai siswa meningkat bila dibandingkan dengan sebelum menggunakan Wordwall. Jika sebelumnya rata-rata kelas hanya mencapai nilai 68, setelah penggunaan media ini, rata-rata nilai naik menjadi 83.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa media digital interaktif dapat membantu siswa memahami konsep IPAS dengan lebih cepat dan mendalam.

Pemanfaatan Wordwall dalam proses belajar IPAS sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Inovasi ini juga menunjukkan bahwa dengan metode yang tepat, teknologi digital dapat menjadi penghubung antara materi pelajaran dan kehidupan sehari-hari siswa.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat relevansi dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Mereka menjadi lebih tertarik untuk menggali lebih dalam dan mengaitkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan situasi yang mereka hadapi sehari-hari.(Nurul Fadillah, PENGAJAR UPT SDN 13 SALIMPAUNG)

Editor : Novitri Selvia
#IPAS #Nurul Fadillah #UPT SDN 13 Salimpaung #Wordwall #media digital