Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 22 Lubukminturun: Tahsin Qur’an Guru Kota Padang, Wujudkan Guru Qur’ani

Novitri Selvia • Senin, 17 November 2025 | 13:47 WIB
Romi Desrianto, GURU SD N 22 LUBUKMINTURUN. (TIM LAMAN GURU)
Romi Desrianto, GURU SD N 22 LUBUKMINTURUN. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Membaca Al Quran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid merupakan kewajiban setiap muslim. Semakin bagus bacaan seseorang semakin besar pula ganjaran pahala yang diberikan Allah swt.

Sebaliknya, seseorang yang sengaja tidak mengamalkan tajwid saat membaca Al Quran , maka ia akan mendapat dosa.

Imam Ibnul Jazari seorang imam dalam ilmu tajwid dan qiro’ah menjelaskan dalam kitab beliau Manzhumah Jazariyyah: “ mengamalkan tajwid hukumnya wajib secara mutlak bagi muslim mukallaf.

Siapa saja orang yang sengaja tidak mengamalkan tajwid saat membaca AlQuran, maka ia berdosa.” Setiap muslim harus berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki bacaan AlQurannya, supaya mendapatkan pahala yang lebih besar.

Upaya untuk memperbaiki bacaan Al Quran ini disebut dengan tahsin. Tahsin secara bahasa adalah bentuk mashdar yang berasal dari kata hassana – yuhassinu – tahsiinan yang memiliki arti memperbaiki, mempercantik, memperbagus, dan menghiasi.

Jika diartikan secara istilah, tahsin pada dasarnya memiliki makna yang sama dengan tajwid yang mana maksud definisi antara tajwid dan tahsin adalah sama.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tahsin adalah salah satu cara untuk membaca Al Quran dengan baik dan benar dan mencapai kesempurnaan pahala membaca Al Quran.

Kewajiban membaca Al Quran sesuai dengan tajwid yang benar dijelaskan oleh Allah swt dalam Al Quran itu sendiri dalam surat Al-Muzzamil ayat 4 “warattilil qur’ana tartiila”, artinya “dan bacalah Al Quran dengan tartil”.

Pakar tafsir Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsir beliau Tafsir Al Wajiz, menjelaskan bahwa tartil adalah membaca keseluruhan huruf dengan memenuhi atau membaca sesuai dengan makhraj dan tajwidnya.

Banyak hadits rasulullah saw. yang menjelaskan tentang keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir.Rasulullah saw. bersabda : “al maahirum bil qur’an ma ‘assafaratil kiraamil bararah”, artinya : “orang-orang yang mahir membaca Al Quran akan dibangkitkan bersama para malaikat Allah swt yang mulia.

Menyadari begitu pentingnya Tahsin Qur’an ini, pengurus KKG PAI kota Padang periode 2025-2028 menjadikan kegiatan ini sebagai program unggulan dan berkelanjutan.

Tahsin Qur’an ini dijadikan program kolaborasi tiga bidang yaitu ; bidang litbang, PHBI/minat bakat dan pengembangan profesi.

Kegiatan Tahsin ini dibimbing oleh oleh ustadz yang sangat mumpuni di bidang Al Quran dan memiliki keilmuan Al Quran yang sudah terstandar dan bersanad.

Beliau adalah ustadz Faldi Naviz Suardi, S.Ag. Beliau adalah pengajar di STIU (Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin) Wadi Mubarak Bogor. Ustadz Naviz panggilan akrab beliau merupakan pengajar yang sangat berprestasi.

Beliau merupakan wisudawan terbaik di STIU Wadi Mubarak dengan IPK tertinggi yaitu 4.00. Beliau telah menyelesaikan hafalannya hanya dalam 10 bulan, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sanad riwayat Hafs ‘an Ashim.

Beliau menyelesaikan pengambilan sanad riwayat Hafs ‘an Ashim dalam waktu 1 tahun 2 bulan.

Kesedian ustadz Navis sebagai pembimbing tahsin tidak terlepas dari hubungan dan komunikasi yang baik dari pengurus inti KKG kota Padang yang enerjik dan luar biasa, terdiri dari (ketua) Imran, S.Pd.I, Angga Dina Septemi, M.A (sekum), dan Didik Mairizon, M.Pd ( bendum).

Kegiatan ini disuppor dan diapresiasi oleh pembina PAI kota Padang. Mulai dari kepala sekolah pembina, pengawas PAI dan bahkan kepala seksi PAI Kemenag Kota Padang, Farhan Furqani, S.Ag, M.A ikut bergabung pada beberapa sesi dalam kegiatan ini.

Tahsin Qur’an dilaksanakan setiap Kamis malam secara virtual. Kegiatan ini sudah berlansung sejak bulan Juli 2025 sampai saat ini. Tahsin Qur’an ini sudah berjalan beberapa episode.

Kegiatan ini tidak hanya untuk guru PAI kota padang, namun terbuka untuk seluruh guru dan untuk umum. Ustadz Nafiz dalam penjelasannya, beliau mengawali tahsin Qur’an ini dengan motivasi Qur’an.

Beliau menjelaskan bahwa pentingnya umat Islam terlebih guru PAI untuk memperbaiki bacaan Al Quran mereka. Kondisi masyarakat saat ini yang sangat jauh dari Al Quran.

“Berdasarkan hasil penelitian ilmiah bahwa lebih dari 70 % masyarakat Indonesia saat ini buta aksara huruf Al Quran,” ujar beliau.

Dari beberapa episode pertemuan Tahsin yang sudah berjalan, beliau menjelaskan dasar-dasar dari ilmu tajwid seperti makharijul huruf, sifat huruf, lahan (kesalahan) dalam membaca Al Quran
Kegiatan ini diikuti oleh guru PAI Kota Padang dengan penuh semangat.

Romi Desrianto sebagai salah seorang guru PAI kota Padang yang juga merupakan koordinator KKG PAI bidang PHBI dan bakat minat termasuk inisiator program ini, sangat bangga dan mengapresiasi penuh dengan adanya program Tahsin ini.

Romi PTB panggilan akrab beliau menyadari sangat pentingnya guru, terlebih lagi guru PAI untuk belajar Tahsin Qur’an ini. Beliau sangat berharap kegiatan ini terus berjalan dan tetap terlaksana sebagai agenda rutin KKG PAI kota Padang, walaupun ditengah kesibukan yang ada.

Pada kesempatan jadi moderator acara, Romi PTB mengatakan bahwa majelis Qur’an adalah majelis yang paling tinggi pahala disisi Allah swt.

Untuk hadir di majelis ini merupakan sebuah perjuangan yang berat dan butuh azzam/tekad yang kuat karena pahala yang besar dan godaan yang berat. Beliau menyampaikan “semoga kita diberikan keistiqomahan dalam belajar Al Quran”.

Al Quran adalah kalamullah yang maha mulia, tidaklah orang-orang yang belajar Al Quran melainkan Akan Allah muliakan kehidupan mereka.

Semoga kegiatan Tahsin Qur’an tetap berjalan dengan lancar dan bisa memberikan pencerahan kepada guru-guru yang ada di kota Padang dalam bidang Al Quran, mewujudkan guru Qur’ani sejalan dengan program Smart Surau kota Padang.(Romi Desrianto, S.Pd.I, Guru SDN 22 Lubukminturun)

Editor : Novitri Selvia
#tahsin Quran #Romi Desrianto #SD Negeri 22 Lubukminturun