Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling, Meneladani Sahabat Nabi Khulafurasyidin

Novitri Selvia • Jumat, 21 November 2025 | 12:43 WIB

BAHAN AJAR : Pembelajaran keteladanan sahabat Nabi Muhammad, SAW.
BAHAN AJAR : Pembelajaran keteladanan sahabat Nabi Muhammad, SAW.

PADEK.JAWAPOS.COM-Anak-anak zaman sekarang hidup dalam dunia yang sangat maju. Teknologi berkembang sangat pesat. Informasi sangat mudah diperoleh dari internet dan media sosial. Banyak hal yang menarik yang menjadi perhatian mereka, tetapi tidak semuanya merupakan hal yang baik.

Karena itu, anak-anak perlu memiliki akhlak yang baik agar tidak terpengaruh hal negatif. Salah satu cara terbaik untuk membentuk karakter yang baik adalah dengan meneladani sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan sebutan Khulafaurasyidin.

Khulafaurasyidin terdiri dari empat sahabat utama yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah pemimpin Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Mereka memiliki sifat yang sangat baik dan bisa dijadikan contoh oleh anak-anak masa kini. Pembelajaran tentang keteladanan para sahabat bukan hanya untuk diketahui dalam pelajaran agama.

Lebih dari itu, tujuannya agar anak-anak dapat meniru sifat baik mereka dalam kehidupan sehari hari. Dengan bimbingan guru dan orang tua, nilai-nilai tersebut bisa diterapkan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Yang pertama khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq (Teladan Kejujuran). Abu Bakar terkenal sebagai sahabat yang sangat jujur. Ia diberi gelar Ash-Shiddiq karena selalu membenarkan kebenaran dan setia kepada Rasulullah SAW.

Dari Abu Bakar, anak-anak dapat belajar untuk selalu berkata jujur. Kejujuran membuat seseorang dipercaya orang lain. Sikap jujur juga penting ketika berinternet agar tidak menyebarkan berita bohong dan tidak menipu orang lain.

Berani berkata benar adalah bentuk akhlak mulia yang sangat penting dimiliki sejak kecil. Khalifah yang kedua yaitu Umar bin Khattab (Teladan Keadilan dan Ketegasan).

Umar dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan adil. Ia selalu membela kebenaran dan menjaga hak semua orang tanpa membeda-bedakan. Ketegasan Umar mengajarkan anak untuk melawan ketidakadilan seperti perundungan atau menghina teman.

Sikap tegas juga membantu dalam kedisiplinan belajar, menjalankan ibadah, serta menggunakan gadget dengan bijak. Ketegasan yang baik membuat anak mampu mengendalikan diri dan melakukan hal yang benar.

Khalifah berikutnya adalah Utsman bin Affan (Teladan Dermawan dan Sopan Santun). Utsman adalah sahabat yang sangat dermawan. Ia sering membantu umat Islam dengan harta yang ia miliki.

Selain itu, ia dikenal sebagai orang yang lemah lembut dan sangat sopan. Anak-anak bisa mencontoh Utsman dengan membantu teman, suka berbagi, dan tidak bersikap sombong.

Di zaman yang banyak mengajak untuk hidup mewah, anak-anak perlu belajar hidup sederhana dan tidak berlebihan. Kesopanan dalam berbicara dan bertingkah laku juga harus dijaga.

Selanjutnya khalifah Ali bin Abi Thalib (Teladan Cerdas dan Berani). Ali adalah sahabat yang cerdas dan sangat berani. Ia sudah membela Rasulullah sejak masih muda. Ali suka belajar dan selalu mencari ilmu.

Anak-anak masa kini dapat meniru semangat Ali dalam belajar. Mereka harus rajin membaca, bertanya, dan mencari ilmu yang bermanfaat.

Keberanian seperti Ali juga dibutuhkan agar berani tampil di depan kelas, mencoba hal baru, serta tidak mudah takut menghadapi tantangan. Kecerdasan akan lebih bermakna jika digunakan untuk kebaikan.

Dengan mempelajari keteladanan dari Khulafaurasyidin, karakter yang baik tidak datang begitu saja, akan tetapi anak perlu dibimbing dan diberikan contoh nyata.

Keteladanan Khulafaurasyidin membantu anak menjadi pribadi yang kuat iman, berakhlak baik, dan peduli pada sesama. Guru dan orang tua dapat bekerja sama dalam menanamkan nilai-nilai itu.

Misalnya melalui cerita, permainan edukatif, kegiatan sosial, atau contoh langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini kolaborasi guru dan orang tua perlu dilakukan karena dengan adanya kerja sama antara guru dan orang tua maka anak merasa diperhatikan, karena karakter setiap itu karena melihat kondisi orang tua mereka dirumah yang membentuk setiap karakter anak.

Belajar dari empat sahabat Nabi juga membantu anak menghadapi tantangan zaman. Walaupun dunia berubah, nilai kebaikan tetap harus dijaga.

Dengan meneladani Khulafaurasyidin, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berani membela kebenaran, jujur, peduli pada orang lain, dan selalu semangat dalam menuntut ilmu.

Khulafaurasyidin adalah sosok-sosok yang patut dijadikan panutan. Abu Bakar dengan kejujurannya, Umar dengan keadilannya, Utsman dengan kebaikannya, dan Ali dengan keberanian serta kecerdasannya.

Jika anak-anak meniru sifat baik mereka, insyaallah mereka akan menjadi pribadi yang berguna untuk agama, keluarga, dan bangsa.

Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mengajarkan kebaikan dalam perbuatan. Semoga anak-anak zaman sekarang dapat menerapkan teladan mulia ini dalam kehidupan sehari hari.(Achdiat Rifianta, PENGAJAR UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING)

Editor : Novitri Selvia
#UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling #Achdiat Rifianta