Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hardiknas 2026, Sekolah Harus Bebas Kekerasan

W
Penulis: Willian.❯
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan penghargaan kepada 109 guru dan tenaga kependidikan pada puncak peringatan Hardiknas 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Sabtu (2/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan penghargaan kepada 109 guru dan tenaga kependidikan pada puncak peringatan Hardiknas 2026 di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Sabtu (2/5). (DOK BIRO ADPIM)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (2/5). Usai upacara, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada 109 guru dan tenaga kependidikan (GTK) berprestasi dalam ajang Apresiasi GTK Provinsi Sumbar Tahun 2025.

Dalam amanatnya, Mahyeldi menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat arah pendidikan nasional yang memuliakan manusia. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses menumbuhkan potensi terbaik manusia secara tulus, penuh kasih, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia,” ujarnya.

Advertisement

Gubernur juga menyoroti tantangan dunia pendidikan, terutama pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan. Ia menegaskan tidak boleh ada kekerasan di lingkungan pendidikan, baik antara peserta didik maupun pendidik.

“Di Sumatera Barat, hal seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penguatan karakter melalui pendidikan sesuai amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata dia, harus mampu melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Advertisement

Mahyeldi juga menekankan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di tengah perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Ia menegaskan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Mesin dapat mengolah data, tetapi hanya guru yang mampu mengolah jiwa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada 109 GTK yang terdiri dari berbagai kategori, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi di bidang pendidikan. Penghargaan tersebut meliputi guru, kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga kependidikan berprestasi di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik antarpendidik untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sumbar Raih Dua Penghargaan Nasional Hardiknas 2026, Mahyeldi Sebut Bukti Pendidikan Berkualitas

Sumbar Raih Dua Penghargaan Nasional Hardiknas 2026, Mahyeldi Sebut Bukti Pendidikan Berkualitas

Sumbar meraih dua penghargaan nasional Hardiknas 2026. Mahyeldi menyebut capaian itu bukti kolaborasi membangun pendidikan berkualitas.

Evaluasi Tanpa Gengsi

Evaluasi Tanpa Gengsi

Catatan-catatan kecil di tangan tim penilai siang itu bukanlah sekadar angka, melainkan kompas bagi SDN 02 Payakumbuh untuk melangkah lebih jauh.

Bupati Limapuluh Kota Apresiasi Guru dan Siswa Berprestasi

Bupati Limapuluh Kota Apresiasi Guru dan Siswa Berprestasi

Upacara Hardiknas 2026 di Limapuluh Kota dipimpin Bupati Safni, tekankan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer