PADEK.JAWAPOS.COM-Suasana SMP Negeri 2 Pariangan, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, tampak lebih semarak dari biasanya pada Sabtu (20/12).
Sejak pagi hari, halaman sekolah dipenuhi oleh siswa, orang tua, guru, serta tamu undangan yang antusias menghadiri kegiatan Panen Karya, sebuah agenda tahunan sekolah yang menjadi puncak apresiasi atas proses pembelajaran selama satu semester.
Kegiatan Panen Karya ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas peserta didik, tetapi juga dirangkai dengan penerimaan Laporan Hasil Belajar (Rapor) Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan sekolah untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak semata-mata berfokus pada capaian akademik, melainkan juga pada penguatan karakter, keterampilan hidup, dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Sejak pintu gerbang sekolah dibuka, pengunjung disambut dengan berbagai penampilan seni dan keagamaan hasil pembinaan ekstrakurikuler.
Alunan musik tradisional randai menggema di halaman sekolah, memperlihatkan kepiawaian siswa dalam melestarikan seni budaya Minangkabau.
Gerak yang dinamis, dialog yang sarat nilai moral, serta kekompakan antar pemain mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton.
Tak kalah memukau, penampilan tilawah Al Quran dan tahfidz yang dibawakan oleh siswa-siswi SMPN 2 Pariangan menghadirkan suasana khidmat.
Lantunan ayat suci yang dibaca dengan tartil dan penuh penghayatan menjadi bukti bahwa pembinaan karakter religius juga menjadi perhatian serius pihak sekolah.
Sementara itu, penampilan pramuka menunjukkan disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim yang kuat, mencerminkan nilai-nilai kepribadian yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan.
Selain pentas seni dan ekstrakurikuler, Panen Karya juga diramaikan dengan deretan stand kreatif yang menampilkan hasil proyek pembelajaran siswa.
Stand-stand tersebut dikelola langsung oleh siswa dengan pendampingan guru, mulai dari proses perencanaan, produksi, hingga pemasaran.
Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah stand olahan makanan hasil proyek pembelajaran memasak.
Beragam menu disajikan oleh para siswa, mulai dari makanan tradisional khas Nusantara seperti lamang, onde-onde, dan kue lapek, hingga makanan modern seperti burger, sosis bakar, dan minuman kekinian.
Setiap stand dihias secara kreatif, lengkap dengan papan menu dan harga, mencerminkan pemahaman siswa terhadap konsep kewirausahaan sederhana.
Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya stand-stand tersebut, bahkan beberapa menu habis terjual sebelum acara berakhir. Salah seorang orang tua siswa, Reni (38), mengaku bangga melihat kemampuan anak-anak dalam mengelola kegiatan tersebut.
“Saya tidak menyangka anak-anak bisa menyajikan makanan dengan rapi dan menjelaskan proses pembuatannya. Ini bukan sekadar jualan, tetapi mereka belajar tanggung jawab dan percaya diri,” ujarnya.
Kepala SMP Negeri 2 Pariangan, Drs. Jalinus, dalam sambutannya menegaskan Panen Karya merupakan bagian dari implementasi pembelajaran bermakna dan kontekstual di sekolah.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memberi ruang bagi siswa mengekspresikan potensi yang dimiliki sekaligus mengasah keterampilan abad ke-21.
“Panen Karya ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas, melatih kemandirian, kerja sama, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Kami ingin siswa merasakan bahwa apa yang mereka pelajari di kelas memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan nyata,” ujar Jalinus.
Ia juga menambahkan kegiatan ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Melalui Panen Karya, siswa didorong untuk berpikir kritis, kreatif, berakhlak mulia, serta mampu bekerja sama dalam keberagaman.
Para guru yang terlibat dalam kegiatan ini menyebutkan bahwa proses persiapan Panen Karya telah dilakukan jauh hari sebelumnya.
Siswa dilibatkan secara aktif dalam menentukan tema, merancang konsep, hingga menampilkan hasil karya mereka. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap proses belajar.
“Anak-anak tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari prosesnya. Mereka belajar mengatur waktu, menyelesaikan masalah, dan bekerja dalam tim. Ini adalah bekal penting bagi masa depan mereka,” ungkap salah seorang guru pembimbing proyek.
Kegiatan Panen Karya ini pun menjadi ruang interaksi yang positif antara sekolah dan orang tua.
Melalui kegiatan ini, orang tua dapat melihat secara langsung perkembangan anak-anak mereka, tidak hanya dari nilai rapor, tetapi juga dari sikap, keterampilan, dan kreativitas yang ditampilkan.
Dengan terselenggaranya Panen Karya, SMPN 2 Pariangan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang holistik, aktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi tradisi positif yang mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Panen Karya bukan sekadar pameran hasil belajar, melainkan cerminan semangat kolaborasi dan inovasi dalam dunia pendidikan. Dari halaman SMPN 2 Pariangan, harapan akan masa depan generasi penerus bangsa tumbuh dan dipanen bersama. (Laila Hanum, S.Pd, GURU SMPN 2 PARIANGAN)
Editor : Novitri Selvia