Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 5 Padang, Momentum Hijrah di Bulan Penuh Berkah

Novitri Selvia • Senin, 9 Maret 2026 | 14:35 WIB

 

Pepi Susanti, S.Pd.I, M.Pd, GURU SMPN 5 PADANG. (TIM LAMAN GURU)
Pepi Susanti, S.Pd.I, M.Pd, GURU SMPN 5 PADANG. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa yang Allah berikan kepada umat Islam. Di dalamnya terdapat  besar untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta mendekatkan diri kepada Allkesempatanah SWT.

Tanpa terasa, kini Ramadhan telah memasuki separuh perjalanan. Waktu yang telah berlalu tentu menjadi bahan renungan bagi kita: sudah sejauh mana Ramadhan mengubah diri kita?

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum hijrah, berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik.

Hijrah bukan hanya berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga hijrah hati, hijrah perilaku, dan hijrah cara hidup menuju jalan yang diridhai Allah. 

Rasulullah SAW bersabda: Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah (HR. Bukhari).

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa hijrah dimulai dari keberanian meninggalkan perbuatan yang tidak baik.

Misalnya, meninggalkan kebiasaan berpacaran, meninggalkan kemalasan dalam beribadah, meninggalkan sikap melawan kepada orang tua serta menggantinya dengan sikap yang lebih baik.

Hijrah bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan kita, seperti: Memperbaiki salat agar lebih tepat waktu dan khusyuk, membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain atau juga menghormati orang tua dan guru.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa berarti kesadaran penuh untuk selalu mendekat kepada Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi titik balik untuk memperbaiki diri. Ketika Ramadhan telah berjalan setengah bulan, inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri. Apakah shalat kita sudah lebih khusyuk?

Apakah tilawah Al-Qur’an sudah semakin rutin? Apakah lisan kita sudah lebih terjaga dari kata-kata yang menyakiti? Jika masih ada kekurangan, maka separuh Ramadhan yang tersisa adalah kesempatan emas untuk memperbaikinya.

Rasulullah SAW juga bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi kabar gembira bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh menjalani Ramadhan. Pintu ampunan Allah terbuka lebar. Maka jangan biarkan separuh Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.

Momentum hijrah di bulan berkah ini harus dimulai dari langkah-langkah kecil namun konsisten: memperbaiki shalat, memperbanyak sedekah, menjaga akhlak, serta mempererat silaturahmi.

Jika sebelumnya kita lalai, sekarang saatnya bangkit. Jika sebelumnya kita sering menunda kebaikan, sekarang saatnya memulai.

Semoga separuh Ramadhan yang masih tersisa menjadi kesempatan bagi kita untuk berbenah, memperbaiki diri, dan meneguhkan langkah menuju pribadi yang lebih baik.

Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan hanya sampai pada menahan lapar dan dahaga, tetapi ketika setelah Ramadhan kita menjadi manusia yang lebih bertakwa.(Pepi Susanti, S.Pd.I, M.Pd, Guru SMPN 5 Padang)

 

 

Editor : Novitri Selvia
#Pepi Susanti #momentum hijrah #SMP Negeri 5 Padang