Penulis: Syafrianto Rajo Mudo, S.Pd, Gr - Guru SD Negeri 21 Payakumbuh
PADEK.JAWAPOS.COM - Keberadaan implementasi program digitalisasi di dunia pendidikan merupakan sebuah keadaan yang tidak dapat dielakan lagi.
Perkembangan digitalisasi yang ditandai dengan meningkatnya kemajuan untuk penguasaan teknologi. Perubahan signifikan yang terlihat sangat banyak aspek dari program-program yang dilaksanakan di sekolah. Nama suatu sekolah yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan digital dapat menjadi tolok ukur keberhasilan dari proses pendidikan yang tidak terlepas dari program yang berkelanjutan.
Wadah pendidikan akan menggodok seseorang menjadi individu memiliki pengetahuan, keterampilan dalam berbagai bidang, acuan utama yang tetap diperhatikan pada aspek-aspek itu adalah hasil-hasil yang memperlihatkan karakter yang luhur. Pencapaian proses komponen-komponen target kegiatan dari regulasi-regulasi pendidikan ini mengantarkan pada usaha keras dan perubahan peran guru sebagai pelaksana roda pendidikan.
Guru di SD Negeri 21 Payakumbuh misalnya, upaya memperoleh keberhasilan sebuah pendidikan memperlihatkan pada tanggungjawab terhadap peserta didik membangun kemampuan belajar peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tidak terlepas pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat guru. Memaparkan materi pembelajaran secara jelas dan sistematis tanpa berbelit-belit atau meloncat-loncat harus memperhatikan keadaan para murid tetap kondusif dengan sesekali mempersilahkan para murid bertanya atau menyampaikan pendapat.
Baca Juga: Halal Bihalal Purna ASN, Wawako Mulyadi Singgung Kelemahan Pemko Pariaman
Guru melalui semua proses pembelajaran harus menyeimbangkan perkembangan zaman dengan ditandai perkembangan teknologi informasi, metode ceramah adalah basis utama yang paling banyak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Guru di SD Negeri 21 Payakumbuh menggunakan metode ini dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran kepada seluruh murid secara langsung atau menggunakan lisan.
Guru SD Negeri 21 Payakumbuh yang selalu mengumandangkan jargon “Redusa-Gudangnya Prestasi” sangat menyadari, pemakaian metode ini merupakan cara yang sangat praktis dan efisien serta dapat merangkul suasana belajar antara guru dengan murid dalam memberikan pengajaran yang bahannya banyak serta jumlah murid yang banyak atau lebih dari 25 orang di setiap rombelnya.
Pemahaman guru di SD Negeri 21 Payakumbuh terhadap metode ceramah merupakan suatu hal yang harus berdampingan dengan pembelajaran digital untuk menepis individualisme atau alenasi (keterasingan) dalam belajar. Metode ini memperlihatkan simbol interaksi pada komunikasi yang bersifat langsung. Metode ini juga memberikan manfaat berupa mendapatkan penjelasan yang jelas dan tegas bagi peserta didik sehingga mereka mengetahui inti pembelajaran yang terkait, selain itu metode ceramah akan memberikan sebuah pemaran yang lebih luas sehingga mendapatkan banyak informasi dan para murid dapat merangkum materi yang disampaikan dalam waktu singkat.
Kelebihan bagi guru untuk penggunaan metode ceramah ini adalah guru lebih bisa mengkondisikan situasi kelas secara langsung dengan memberikan pokok-pokok materi yang ditonjolkan serta ditekankan terhadap para murid. (*)
Editor : Adriyanto Syafril