Penulis : Rozatul Rahmah, S.Si - Guru IPA UPT SMPN 3 Batipuh Selatan
Riuh rendah diskusi ringan pecah di halaman UPT SMPN 3 Batipuh Selatan pada Kamis siang (09/04). Gurat ketegangan yang sempat menyelimuti wajah-wajah murid kelas IX selama dua hari terakhir mendadak sirna, berganti dengan senyum lega dan tawa rileks.
Mereka baru saja menyelesaikan sebuah tonggak sejarah penting dalam perjalanan akademik mereka: pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)yang perdana.
Meskipun dalam skala jumlah peserta yang tergolong kecil, namun semangat dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika UPT SMPN 3 Batipuh Selatan dalam menyelenggarakan ujian ini patut diacungi jempol.
Sebanyak 12 murid kelas IX, yang terdiri dari 4 murid laki-laki dan 8 murid perempuan, menjadi pionir dalam pelaksanaan asesmen yang bertujuan memetakan kompetensi literasi dan numerasi ini.
Persiapan Matang di Bawah Komando Kepala Sekolah
Kesuksesan pelaksanaan TKA yang berlangsung lancar ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses panjang dan persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari pelaksanaan tiba. Menyadari bahwa ini adalah pengalaman pertama bagi para siswa, pihak sekolah melakukan langkah antisipatif yang terstruktur.
Kepala UPT SMPN 3 Batipuh Selatan, Ibu Yulita Noviarti, menjadi sosok penting di balik kesiapan mental dan materi para siswa. Beliau memberikan arahan tegas agar sekolah memberikan dukungan penuh kepada siswa kelas IX agar tidak merasa “buta” saat menghadapi lembar ujian.
“Kita ingin semua murid yang akan mengikuti TKA ini benar-benar siap. Bukan sekadar menjawab soal, tapi mereka memahami pola pikir yang dibutuhkan dalam TKA. Sesuai arahan, kita harus memberikan materi tambahan khusus untuk mata pelajaran yang akan diujikan agar mereka lebih percaya diri,” ujar Ibu Yulita Noviarti dalam satu rapat koordinasi sekolah.
Selain jam tambahan di sekolah, para murid juga dibekali dengan bank soal untuk dibahas di rumah, baik secara mandiri maupun berkelompok. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun ekosistem belajar yang mandiri di kalangan siswa kelas IX.
Fleksibilitas Jadwal dan Kedisiplinan Pelaksanaan
Sesuai dengan panduan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat, setiap sekolah diberikan wewenang untuk memilih jadwal pelaksanaan TKA dalam rentang waktu yang ditentukan. UPT SMPN 3 Batipuh Selatan memilih hari Rabu, 08 April 2026 dan Kamis, 09 April 2026 sebagai waktu pelaksanaan.
Waktu ujian dimulai tepat pukul 09.00 WIB hingga berakhir pukul 11.00 WIB. Pemilihan waktu ini dinilai ideal karena memberikan kesempatan bagi murid untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental di pagi hari sebelum memasuki ruang ujian.
· Hari Pertama (Rabu, 08 April): Fokus pada mata pelajaran Matematika (Numerasi). Pada hari ini, kemampuan logika dan olah angka murid diuji secara intensif.
· Hari Kedua (Kamis, 09 April): Fokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (Literasi). Hari kedua menuntut konsentrasi tinggi dalam memahami teks dan menganalisis informasi secara kritis.
Sistem Pengawasan Silang: Menjaga Integritas
Salah satu aspek yang memperkuat kualitas pelaksanaan TKA ini adalah sistem pengawasan silang. Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas dan integritas hasil ujian. Guru pengawas didatangkan dari sekolah lain di lingkungan Kecamatan Batipuh Selatan.
Pada hari pertama, suasana ruang ujian dijaga oleh Bapak Ahmad Rizky, yang merupakan guru mata pelajaran Prakarya dari UPT SMPN 1 Batipuh Selatan. Ketegasan namun ramah dari beliau membuat suasana ujian tetap kondusif.
Memasuki hari kedua, tugas pengawasan beralih kepada Ibu Syafnizar.M guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dari UPT SMPN 2 Batipuh Selatan. Kehadiran para pengawas dari sekolah tetangga ini memberikan nuansa formalitas yang sehat, membuat para siswa benar-benar merasakan atmosfer ujian nasional namun tetap dalam lingkup yang akrab.
Monitoring dari Pengawas Satuan dan Kesan Positif
Keistimewaan pelaksanaan TKA pada hari kedua semakin terasa dengan hadirnya Ibu Imelda Yanti selaku Pengawas Satuan. Kehadiran beliau bertujuan untuk memonitoring secara langsung jalannya ujian, memastikan seluruh prosedur administrasi dan teknis berjalan sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) yang berlaku.
Dari hasil pantauan di lapangan, kesan yang ditinggalkan oleh para pengawas ruang terhadap murid-murid UPT SMPN 3 Batipuh Selatan sangat positif. Kedisiplinan dan sopan santun para peserta menjadi catatan tersendiri.
“Anak-anak menunjukkan integritas yang luar biasa. Mereka sangat fokus dan tenang dalam mengerjakan soal. Tidak ada kegaduhan yang mengganggu, semua mengikuti instruksi dengan sangat baik,” ungkap salah satu pengawas ruang mengomentari perilaku 12 siswa peserta TKA tersebut.
Ekspresi Pasca-Ujian: Rileks dan Optimis
Pasca berakhirnya ujian hari kedua, nampak kelegaan yang luar biasa dari wajah 12 orang murid kelas IX tersebut. Setelah melewati dua hari yang penuh konsentrasi, mereka terlihat lebih santai berbincang dengan teman sejawat.
Seorang siswa menuturkan bahwa meskipun soal numerasi di hari pertama cukup menantang, bimbingan tambahan yang diberikan sekolah sangat membantu mereka dalam memahami logika soal. Di sisi lain, soal literasi di hari kedua dianggap cukup menarik karena mengangkat tema-tema bacaan yang relevan.
Penutup: Langkah Awal Menuju Mutu Pendidikan yang Lebih Baik
Alhamdulillah, pelaksanaan TKA selama dua hari di UPT SMPN 3 Batipuh Selatan telah berjalan dengan lancar dan sukses tanpa kendala berarti. Kesuksesan ini bukan hanya milik 12 siswa yang mengikuti ujian, melainkan keberhasilan kolektif antara kepala sekolah, majelis guru, pengawas, dan tentunya dukungan orang tua murid.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan di UPT SMPN 3 Batipuh Selatan. Dengan hasil TKA ini nantinya, sekolah diharapkan dapat melakukan evaluasi mendalam terkait peta kemampuan akademik, sehingga program pembelajaran di masa mendatang dapat dirancang secara lebih tepat sasaran.
Bagi ke-12 murid kelas IX, perjalanan masih panjang. Namun, keberhasilan melewati TKA perdana ini dengan sikap yang baik adalah modal mental yang berharga untuk jenjang pendidikan selanjutnya. UPT SMPN 3 Batipuh Selatan telah membuktikan bahwa keterbatasan jumlah murid bukanlah penghalang untuk menyelenggarakan agenda pendidikan nasional dengan kualitas yang maksimal. (*)
Editor : Adriyanto Syafril