Penulis : Penggiyunizal - Guru SMP AL FURQON Koto Baru Simalanggang
Sebagai salah satu wahana dan tempat pembentukan nilai nilai akhlak, SMP AL FURQON Koto Baru Simalanggang terus mengupayakan agar peserta didiknya memahami dan mengaplikan ilmu yang telah didapat di dalam kelas. Ilmu dasar tentang akhlak dan kehidupan tersebut terus diupayakan dan dipastikan pengaplikasiannya dalam keseharian siswa. Ilmu dasar tentang akhlak yang dimaksud tersebut adalah : Kerapian, kebersihan, kepedulian, kesopanan dan kedisiplinan.
Para siswa dan seluruh warga sekolah betul-betul dipastikan apa yang dimaksud dengan kerapian. Tidak hanya rapi dalam berpenampilan atau berpakaian, siswa juga harus rapi dalam seluruh rangkaian kegiatan sekolah. Antara lain, rapi dalam meletakkan alas kaki, rapi dalam menyusun bangku/meja, rapi dalam berbaris bahkan harus rapi atau mampu antri dalam berwudhu dan menerima serta membagikan makanan.
Begitu juga dengan kebersihan. Para siswa akan terus diasah untuk tampil bersih disemua aspek kehidupan. Tidak hanya bersih badan dan pakaian, para siswa juga membersihkan lingkungan. Kebersihan toilet menjadi tolak ukur utama. Jika toilet sudah bersih, maka kenyamanan akan terasa. Sampah sampah diupayakan untuk dibuang sesuai dengan jenisnya. Sampah basah, kering, atau plastik. Tempat sampah yang tersedia sudah dilabeli sesuai dengan jenisnya. Piring piring dan tempat makan lainnya harus dicuci bersih dan tidak boleh ditinggalkan di tempat pencucian.
Selain bersih dan rapi untuk diri sendiri, para siswa juga diharapkan mampu untuk peduli. “Kepedulian ini mahal harganya,” Ujar Penggiyunizal, Kepala SMP AL FURQON Kotobaru Simalanggang. Menurutnya, kepedulian ini harus tertanam sejak dini kepada seluruh siswa. Beliau mencontohkan, Kepedulian yang beliau maksud adalah : apabila siswa melihat sepatu berserakan di pintu masuk masjid, maka siswa harus peduli. Mereka harus merapikannya. Menyusunnya atau meletakkan di rak sepatu. Contoh lain adalah mematikan kran air, menyiram bunga yang lalu, mematikan lampu, bahkan meletakkan benda benda kecil yang terserak di halaman ke tempatnya semula. Seperti : sendok, penghapus papan, dan yang lainnya.
Setelah tercipta kepedulian dari seluruh siswa dan warga sekolah, harapannya adalah mereka mengerjakannya dengan ikhlas. Kalau sudah ikhlas tentu saja kesopanan akan tercipta. Para tamu yang datang, akan diterima dan diarahkan oleh siswa oleh parkir ditempatnya dengan sopan. Para siswa akan berani menegur siswa lain yang melanggar aturan dengan sopan. Para siswa yang ingin menemui guru harus bertanya dengan sopan. Para siswa yang masuk ke ruang guru ataupun ruang lainnya harus dengan sopan. “Nilai nilai ini akan mereka gunakan dalam kehidupan di tengah tengah masyarakat nantinya,” Ujar Kepala Sekolah.
Terakhir, yang tak kalah pentingnya adalah kedisiplinan. Apapun yang akan kita lakukan haruslah disiplin dan bertanggung jawab. Sebagai sebuah lembaga pendidikan sudah sejatinya SMP AL FURQON mengajak siswanya untuk disiplin. Tidak hanya disiplin dalam belajar di kelas, para siswa terus berlatih dalam kegiatan OSIS, Pramuka, Upacara bendera dan tentu saja dalam beribadah. Anak anak yang terlambat atau tidak ikut dalam kegiatan sholat berjamaah, akan diberikan sanksi yang tegas. Tentu saja sanksi tersebut adalah sanksi yang mendidik. Mereka (Para siswa) karena tinggal di asrama, sudah terbiasa bangun jam 4 pagi.
Semoga saja nilai nilai yang sudah ditanamkan menjadi kebiasaan baik bagi mereka di kehidupan masa depan, di kehidupan yang sesungguhnya, di tengah tengah masyarakat. Sukses untuk SMP AL FURQON. Semoga menjadi sekolah yang unggul di semua bidang. Tak hanya akademik, tetapi utamanya sekolah peradaban untuk masa depan yang gemilang. (*)
Editor : Adriyanto Syafril