Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jejak Panjang dan Kebangkitan Sekolah Pertanian

Adriyanto Syafril • Selasa, 26 Mei 2026 | 08:20 WIB
Gedung SMK PP Negeri Padang Lubukminturun. (TIM LAMAN GURU)
Gedung SMK PP Negeri Padang Lubukminturun. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Rilda Gumala, S.P., M.TP - Guru Kejuruan SMKPP Negeri Padang, Ketua Program Keahlian APHP

SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang (SMKPP Negeri Padang) merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan bidang pertanian di Kota Padang, Sumatera Barat. Sekolah ini memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan pertanian di Indonesia dan telah melahirkan banyak lulusan yang berkiprah di berbagai instansi pemerintah, swasta, hingga menjadi wirausahawan di bidang pertanian maupun sektor lainnya.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1970–1990-an, sekolah ini sangat populer dan menjadi incaran generasi muda. Saat itu, SMK PP Negeri Padang dikenal dengan nama SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas).

Sejarah sekolah ini berawal dari Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT) yang didirikan berdasarkan Surat Ketetapan Gubernur Sumatera tanggal 1 Oktober 1947 Nomor 62/P.P. Sekolah ini mulai beroperasi pada 15 September 1947 di Bukittinggi. Pada Agustus 1948, nama sekolah berubah menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA).

Kemudian pada Agustus 1954, SPMA dipindahkan dari Bukittinggi ke Padang, tepatnya di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 10 (yang kini menjadi lokasi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi).

Dalam perjalanannya, sekolah ini beberapa kali mengalami perubahan nama, mulai dari SPP-SPMA Negeri Padang, SPP Negeri Padang, hingga akhirnya menjadi SMK PP Negeri Padang seperti saat ini.

Perubahan besar terjadi pada tahun 2004 ketika proses pemindahan sekolah ke Lubuk Minturun mulai dirintis, seiring rencana pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat yang kini dikenal sebagai Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Pada Juli 2010, kegiatan pembelajaran resmi dimulai di kampus baru yang berlokasi di Jalan Pertanian Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, bersebelahan dengan Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBI TPH) Provinsi Sumatera Barat.

Masa awal di lokasi baru tidak berjalan mudah. Gempa besar Sumatera Barat tahun 2009 sempat berdampak pada bangunan sekolah yang telah disiapkan. Namun, proses pembelajaran tetap berlangsung di tengah keterbatasan, sambil dilakukan perbaikan secara bertahap. Keterbatasan lahan praktik juga diatasi melalui kerja sama dengan BBI TPH serta penambahan lahan di sekitar sekolah.

Sejak tahun 2000, pengelolaan sekolah dialihkan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. Kemudian pada tahun 2018, SMK PP Negeri Padang resmi berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat hingga saat ini.

Seiring waktu, berbagai perbaikan terus dilakukan di semua lini pendidikan. Puncaknya, pada tahun 2021 SMK PP Negeri Padang ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Pusat Keunggulan (SMK PK) dengan konsentrasi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Prestasi sekolah ini juga cukup membanggakan. Siswa SMK PP Negeri Padang berhasil meraih Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Barat bidang Agronomi pada tahun 2012 dan 2013, yang mengantarkan mereka ke tingkat nasional. Prestasi serupa kembali diraih pada tahun 2016 dan 2017, hingga melaju ke tingkat nasional di Malang dan Solo.

 

Sejak tahun 2019 hingga 2024, sekolah ini konsisten mengikuti LKS tingkat nasional pada bidang Landscape and Gardening. Pada tahun 2026, tim LKS bidang Lanskap dan Pertamanan kembali berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Tidak hanya siswa, para guru juga aktif menorehkan prestasi di berbagai ajang, seperti lomba karya tulis ilmiah serta guru berprestasi dan inspiratif, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

SMK PP Negeri Padang pernah mengalami masa kejayaan, sempat hampir terlupakan, namun kembali bangkit untuk meneguhkan eksistensinya sebagai sekolah pertanian unggulan. Seperti matahari yang terbenam dan kemudian terbit kembali dengan cahaya yang lebih indah, sekolah ini terus bergerak maju dalam mencetak generasi agribisnis dan agriteknologi yang unggul.

SMK PP Negeri Padang berlokasi di Jalan Pertanian, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah berasrama (boarding school), meskipun tidak semua peserta didik tinggal di asrama karena keterbatasan kapasitas.

Saat ini, sekolah memiliki dua program keahlian, yaitu Agribisnis Tanaman dan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Program Agribisnis Tanaman terdiri dari konsentrasi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), Agribisnis Lanskap dan Pertamanan (ALP), serta Agribisnis Perbenihan Tanaman (APT). Sementara itu, Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian memiliki konsentrasi Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

Kekhususan ini menjadikan SMK PP Negeri Padang sebagai sekolah vokasi yang fokus sepenuhnya pada bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan deep learning melalui praktik di lahan sekolah, laboratorium, greenhouse, bengkel latihan, dan ruang praktik siswa.

 Selain itu, peserta didik juga melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia usaha dan dunia industri, serta mengikuti berbagai asesmen dan uji kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini juga berkembang pesat, mulai dari silat, Pramuka Saka Taruna Bumi, futsal, seni tari, seni musik, hingga Palang Merah Remaja (PMR). Terdapat pula kelas Bahasa Jepang yang diminati siswa, bahkan SMK PP Negeri Padang pernah menjadi tuan rumah Bunkasai Bahasa Jepang.

Lulusan SMK PP Negeri Padang telah terserap di berbagai sektor, baik dunia kerja, wirausaha, maupun instansi pemerintah. Banyak yang bekerja di mitra dunia usaha dan dunia industri seperti PT Mitra Ayu Adi Pratama, CV Siti Nurbaya Food and Catering, dan Flora Cake. Sebagian lainnya menjadi wirausahawan muda, ASN termuda Kota Padang tahun 2025, serta bergabung dengan TNI/Polri setiap tahunnya. Tidak sedikit pula yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi seperti IPB Bogor, Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, hingga Politeknik Enjiniring Pertanian Serpong.

 

Hidup adalah pilihan, dan SMK PP Negeri Padang menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan gemilang di bidang pertanian modern. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat