Penulis : Defrinalti, S.Pd - Kepala Sekolah SD Negeri 29 Payakumbuh
Suasana khidmat menyelimuti halaman SD Negeri 29 Payakumbuh pada Senin pagi, 27 April 2026. Di bawah langit biru yang cerah, sebanyak 25 siswa terpilih berdiri tegak dalam barisan rapi. Mengenakan atribut putih bersih, wajah-wajah muda itu memancarkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar saat bersiap dilantik sebagai Dokter Kecil (Dokcil).
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni di hadapan Bendera Merah Putih. Momen tersebut menjadi puncak dari perjuangan dan dedikasi para siswa yang telah menyelesaikan pelatihan kesehatan intensif selama tiga hari. Selama pelatihan, mereka dibekali berbagai materi, mulai dari Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), pengenalan gizi seimbang, hingga pentingnya menjaga sanitasi lingkungan sekolah.
Saat naskah pelantikan dibacakan, suasana lapangan menjadi hening. Setiap janji yang diucapkan para Dokter Kecil terdengar lantang, menandakan kesiapan mereka menjadi garda terdepan dalam mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Sorot mata para guru dan orang tua yang hadir memperlihatkan rasa haru melihat transformasi anak-anak tersebut menjadi sosok teladan bagi teman-temannya.
Kepala Sekolah dalam amanatnya menegaskan bahwa penyematan lencana Dokter Kecil merupakan sebuah amanah.
“Kalian adalah perpanjangan tangan petugas kesehatan di sekolah ini,” ujarnya.
Tugas mulia pun menanti mereka, mulai dari membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengingatkan teman-teman untuk mencuci tangan dengan sabun, hingga memberikan pertolongan pertama saat terjadi cedera ringan.
Sebelum resmi menyandang selempang Dokter Kecil, para siswa telah mengikuti pelatihan terpadu pada 18, 20, dan 21 April 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Ibuh yang memberikan pembekalan pengetahuan kesehatan dasar serta simulasi penanganan darurat.
Materi yang diberikan meliputi kesehatan lingkungan untuk memantau kebersihan kantin dan keberadaan jentik nyamuk di sekolah, P3K dasar untuk penanganan luka ringan, mimisan, dan pingsan, edukasi gizi guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sarapan dan konsumsi jajanan sehat, serta pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengecekan kuku, rambut, dan telinga secara berkala.
Selama pelatihan, para siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama. Mereka belajar menangani luka akibat terjatuh, membersihkan luka agar tidak terinfeksi, membantu teman yang mengalami pingsan atau mimisan, serta memberikan edukasi hidup sehat kepada teman sebaya.
Kepala SDN 29 Payakumbuh menyampaikan bahwa keberadaan Dokter Kecil diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekolah sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
“Kami ingin menanamkan jiwa kepedulian sejak dini. Dengan pelatihan ini, anak-anak tidak lagi panik ketika melihat temannya jatuh atau pingsan. Mereka adalah perpanjangan tangan petugas kesehatan di sekolah,” tuturnya.
Selain membekali keterampilan kesehatan, program ini juga bertujuan membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki empati tinggi terhadap sesama. Melalui berbagai simulasi dan praktik lapangan, peserta didik dilatih untuk memahami bahwa tindakan sederhana yang dilakukan dengan cepat dan tepat dapat memberikan manfaat besar bagi keselamatan orang lain.
Antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung mendapat apresiasi dari tim kesehatan Puskesmas Ibuh. Mereka dinilai aktif berdiskusi, berani bertanya, serta mampu mempraktikkan materi yang diberikan dengan baik.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan prestasi mereka, sebanyak 25 siswa menerima bingkisan berupa alat tulis lengkap di akhir kegiatan. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya sebagai kader kesehatan sekolah, tetapi juga sebagai teladan bagi teman-teman sebaya.
Dengan dilantiknya 25 Dokter Kecil, SDN 29 Payakumbuh menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan tanggap terhadap kondisi darurat medis ringan. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan budaya hidup sehat sejak usia dini. (*)
Editor : Adriyanto Syafril