Penulis : Nevi Afriani, S. Pd., - Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 9 Payakumbuh.
SMP Negeri 9 Payakumbuh menggelar kegiatan musikalisasi puisi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh Nevi Afriani dan mata pelajaran Seni Budaya yang diampu oleh Althoof Reki Ardena sebagai bentuk implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada penguatan kompetensi literasi dan kreativitas murid.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 9 Payakumbuh, Desfiwati, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan peran pendidik dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, dan siap bersaing.
“Melalui kegiatan musikalisasi puisi ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan murid terhadap sastra sekaligus mengembangkan bakat seni yang mereka miliki. Kolaborasi lintas mata pelajaran ini menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan mendalam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Desfiwati menjelaskan bahwa integrasi antara Bahasa Indonesia dan Seni Budaya memberikan ruang bagi murid untuk tidak hanya memahami puisi secara teoritis, tetapi juga mengapresiasi, menghayati, serta mengekspresikannya dalam bentuk pertunjukan yang kreatif. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 9 Payakumbuh sekaligus sejalan dengan tujuan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Kegiatan musikalisasi puisi ini menampilkan berbagai karya yang dibawakan secara berkelompok. Setiap kelompok mengangkat tema yang beragam, mulai dari pendidikan, perjuangan, hingga ungkapan rasa dan perasaan. Para murid menampilkan puisi yang telah diaransemen dengan iringan alat musik seperti gitar, cajon, pianika, serta alat musik ritmis lainnya. Penampilan tersebut menunjukkan kemampuan murid dalam memadukan unsur bahasa, irama, dan ekspresi secara harmonis.
Persiapan kegiatan dilakukan selama kurang lebih tiga minggu melalui bimbingan intensif dari guru Bahasa Indonesia dan guru Seni Budaya. Para murid dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan tanggung jawab mulai dari menciptakan puisi, menyusun konsep penampilan, hingga berlatih secara kolaboratif
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya dilatih untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan penting abad ke-21, seperti kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, kreativitas, dan rasa percaya diri. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dan karakter sehingga murid semakin termotivasi untuk mencintai dunia literasi dan seni serta mampu mengembangkan potensi diri secara optimal.
Guru Matematika sekaligus Pembina OSIS SMP Negeri 9 Payakumbuh, Rahmi Erman, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi murid.
“Murid tidak hanya mempelajari struktur dan makna puisi, tetapi juga mampu menginterpretasikan dan menampilkannya secara kreatif. Ini merupakan wujud nyata pembelajaran yang berpusat pada murid,” ujarnya.
Senada dengan itu, Guru IPA, Riska Andriani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menggembirakan bagi murid.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menggembirakan bagi murid, sejalan dengan tujuan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam dan keterampilan abad ke-21,” katanya.
Melalui penyelenggaraan musikalisasi puisi ini, SMP Negeri 9 Payakumbuh menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat makna Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Payakumbuh.
Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas, musikalisasi puisi ini juga membuktikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan, bermakna, dan mendalam. Dari kata-kata yang dirangkai menjadi puisi, lahirlah karya yang mampu menyatukan literasi, seni, dan karakter dalam satu panggung pendidikan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril