Penulis : Ridha Hilmi, S.pd - Kepala SDN 16 Payakumbuh
DINAS Kesehatan Kota Payakumbuh bersama Puskesmas Tiakar menggelar program pemeriksaan kesehatan dan kebugaran jasmani massal bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Payakumbuh Timur. Langkah proaktif ini diambil untuk mendeteksi dini masalah kesehatan serta memetakan tingkat kebugaran anak sejak usia sekolah dasar.
Untuk perwakilan sekolah di Payakumbuh, SDN 16 ditunjuk sebagai sekolah sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2025. Program skrining kesehatan ini menyasar 45 murid kelas V dan VI. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan untuk memantau status gizi, pemeriksaan kesehatan indra (mata dan telinga), kesehatan gigi, hingga uji kebugaran fisik atau kesegaran jasmani.
Tim Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, menjelaskan, kesehatan fisik anak usia sekolah sangat berpengaruh langsung terhadap konsentrasi dan prestasi akademik mereka di kelas.
“Pemeriksaan ini menjadi basis data penting bagi kami dan pihak sekolah. Melalui skrining ini, jika ditemukan siswa yang mengalami gangguan penglihatan, masalah gigi, atau indikasi kurang gizi (stunting/wasting), tim medis dari Puskesmas Tiakar bisa segera melakukan intervensi serta penanganan lanjutan,”.
Suasana pemeriksaan berlangsung tertib dan dipenuhi antusiasme para siswa. Selain pemeriksaan medis dasar, para petugas kesehatan kerja dan olahraga (Kesjaor) membimbing para siswa melakukan serangkaian tes fisik ringan, seperti lari jarak pendek, lompat tegak, dan uji ketahanan fisik sederhana sesuai kelompok umur.
Tim dari Puskesmas Tiakar menambahkan, hasil dari tes jasmani ini nantinya akan diserahkan kepada pihak sekolah dalam bentuk rekomendasi. Rekomendasi tersebut dapat digunakan guru olahraga menyusun pola aktivitas fisik yang tepat guna mendongkrak kebugaran murid yang masih di bawah standar.
Melalui sinergi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan pihak sekolah ini, Kota Payakumbuh berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tumbuh dengan fisik yang sehat, kuat, dan prima. (*)
Editor : Adriyanto Syafril