Penulis : Yulia Fitri, M.Pd - Kepsek SDN 39 Tanjung Aur
SDN 39 Tanjung Aur melaksanakan kegiatan penutupan kokurikuler dengan judul “Dari Rumput Ilalang Tinggi Menjadi Taman Bunga Indah Berseri”. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik sesuai dengan dimensi profil lulusan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menutup tahun ajaran 2025/2026 , semua murid telah selesai melaksanakan ujian naik kelas, seraya menunggu jadwal pembagian rapor, kegiatan positif inipun dilaksanakan
Kegiatan kokurikuler ini tercetus dilatar belakangi kondisi dimana sebelumnya jalan sepanjang menuju ke sekolah ditumbuhi rumput ilalang tinggi, tak jarang murid-murid dikejutkan dengan munculnya ular secara tiba-tiba tiba dari balik semak belukar saat berjalan kaki hendak ke sekolah maupun pulang sekolah, bahkan penulis dan beberapa orang guru juga pernah mengalami hal yang sama. Beranjak dari pengalaman yang menakutkan itu, kepala sekolah dan majelis guru sepakat membersihkan semak belukar dan rumput ilalang di sepanjang jalan dan menanami aneka bunga yang indah dan beragam yang diintegrasikan dalam kegiatan kokurikuler yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Sebelum kegiatan dilakukan, salah satu guru yang diwakili oleh guru PJOK (Ragil Sumarman, S.Pd), dan petugas kebersihan (Hadi Satria) menemui pemilik tanah, Pak RT, pemilik rumah yang ada dekat sekolah untuk meminta izin agar kami diizinkan untuk menanam bunga di pinggir sepanjang jalan sisi kiri dan kanan. Komunikasi yang baik dijalin terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar, dan mereka sangat mendukung kegiatan ini. Kemudian rencana ini juga kami sampaikan kepada semua wali murid melalui paguyuban kelas, wali murid menyambut baik demi keindahan sekolah dan keselamatan anak mereka. Wali murid sepakat untuk berkolaborasi dengan warga sekolah. Masing-masing kelas menetapkan jenis bunga yang akan dibawa oleh murid, 1 murid membawa 1 bunga.
Melalui kegiatan ini, murid belajar cara menanam, menyiram, dan merawat tanaman dengan baik. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan karena siswa dapat langsung mempraktikkan ilmu tentang lingkungan dan pelestarian alam.
Kebersihan dan keindahan sebagian dari iman. Transformasi lingkungan sekolah ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan 8 dimensi lulusan. Dimensi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang maha Esa, kolaborasi dan komunikasi. Sementara itu, dimensi kreativitas tampak dari kemampuan murid, guru dan orangtua menata taman dan memilih kombinasi tanaman sehingga menghasilkan taman yang lebih menarik dan asri. (*)
Editor : Adriyanto Syafril