Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

MANDAKI, Inovasi Berbasis Budaya untuk Pembelajaran Mendalam

Adriyanto Syafril • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:55 WIB
Endang Royanti, M.Pd
Endang Royanti, M.Pd

Penulis : Endang Royanti, M.Pd - Kepala UPTD TKN Pembina Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanahdatar

Di Tengah tantangan tranformasi pendidikan dan menghadirkan pembelajaran yang memuliakan untuk anak usia dini, UPTD TK Negeri Pembina Kecamatan Pariangan me­ng­hadapi realitas bahwa pembelajaran masih berbasis transfer of knowledge, di mana anak-anak pasif menerima informasi tanpa pengalaman bermakna. Hal ini bertentangan dengan esensi Pembelajaran Mendalam yang memuliakan peserta didik melalui pengalaman holistik, kolaboratif, dan berbasis minat anak.

Terinspirasi pepatah Minangkabau “Ka bukik samo mandaki, ka lurah samo manurun” yang bermakna kebersamaan dalam suka dan duka, kami mengembangkan Strategi MANDAKI (Manajemen Adaptif dan Kolaboratif Inklusif) sebagai inovasi berbasis budaya lokal untuk transformasi PM. Strategi ini mengintegrasikan Inkuiri Kolaboratif dengan teknologi dan kemitraan multi stakeholder, yang memastikan tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan pendidikan. Mandaki dalam bahasa Minang juga berarti naik atau berproses menuju yang lebih tinggi, atau lebih baik untuk mencapai tujuan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas Implementasi PM me­lalui kolaborasi kepala sekolah, guru, dan stakeholder, dengan matrik terukur.­MANDAKI ­me­miliki 5 tahap siklus adap­tif yang meng­ga­bung­kan­ In­kuiri Kolaboratif (Assess, Design, Implement, Measure, Reflect & Change) dengan 3 pilar inovatif: 1) mandaki basamo, 2) Teknologi Integratif, 3) inklusi multi stakeholder.

Adapun langkah pelaksanaan strategi Mandaki yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut:Assesyaitu meng­identifikasi kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi idealdari Hasil analisis me­nunjukkan bahwa50,5% guru belum paham PM, visi misi dan tujuanbelum selaras dengan konsep PM, hasil observasi kelas menunjukkan bah­wa­ting­kat engagement anak ma­sih­ 53,12%, pembelajaran ma­sih berbasis transfer of know­ledge.Media digital yang ada barutermanfaatkan 34,31%. serta tingkat partisipasi orang tua murid dalam kegiatan kelas orang tua berada pada posisi 50 %.

Designyaituco creation de­ngan program kegiatan sebagai berikut:

Berdasakan asses diatas maka dirancang strategi Mandakisecara co creation denganprogram kegiatan sebagai berikut: a) In House Training (IHT), b) Konsep Pembelajaran Mendalam, c) Fokus Grup Diskusi (FGD), d) Workshop Pembuatan RPM. e) Observasi Pembelajaran Mendalam, f) Pembuatan Mandaki App­(whatsapp dan drive), g) Kelas orang tua dilaksanakan sekali dua bulan. H). Workshoppemanfaatan Papan Interkatif Digital (PID) dan Smart TV

Implementasi yang dilakukan adalah ) Pelaksanaan IHT Konsep Pembelajaran Mendalam, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru terkait konsep PM. b) Focus Group Discussion (FGD)  visi misi dan tujuan, c) Pelaksanaan workshop pembuatan RPP,  d) Observasi Pembelajaran Mendalam. e) Pembuatan Mandaki Appdan Drive App. Mandaki Appmemanfaatkan  aplikasi WhatsApp grup  dan google drive sebagai media. f) Kelas orang tua, g) Workshoppemanfaatan Papan Interkatif Digital (PID) dan Smart TV gurudilatih membuat media melalui AI di Canva, memanfaatkan ruang murid me­lalui akun belajar id serta pemanfaatan smart TV sebagai alat pembelajaran.

Measure, Reflect and Change (Evaluasi, refleksi dan perbaikan)

Strategi mandaki telah memberikan hasil dan dampak yang signifikan terhadap implementasi pembelajaran mendalam di TKN Pembina Pariangan, hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :

1. pemahaman guru dan tenaga kependidikan tentang PM dari 50, 5% menjadi 80,5

2. Visi misi dan tujuan su­dah selaras dengan PM

3. Observasi pembelajaran mendalam di kelas menunjukkan bahwa tingkat engagement anak meningkat dari 53,12 menjadi 81,24%

4. Suasana belajar dan pro­ses pembelajaran sudah mulai berproses menuju berkesadaran (mindful), bermakna (mea­ni­ngful), dan menggembirakan (joyful)

5. Mandaki App telah menjadi sarana dalam berbagi dan refleksi yang dimanfaatkan oleh guru, orang tua dan stakeholder

6. Pemanfaatan media digital sudah meningkat dari 34.31% menjadi 63.29%

7. Guru sudah membuat media interaktif dengan AI Canva dan memanfaatkan ruang murid

8. Tingkat partisipasi orang tua murid dalam kegiatan kelas orang tua berdasarkan dokumen daftar hadir sudah meningkat dari 50 % menjadi 80% bukan hanya kehadiran orang tua dalam kelas ofline, namun juga keaktifannya dalam grup WhastApp

Tahapan Measure, Reflect and Changeadalah tahapan yang krusial untuk memastikan keberlajutan dan peningkatan kualitas program Implementasi Pembelajaran men­dalam dengan menggu­nakan instrument yang terukur sebagai bentuk monitoring dan evaluasi. Instrument yang digunakan berupa daftar kuisioner, observasi dan telaah dokumen.

Refleksi dilakukan bersama guru terhadap stategi Mandaki, berdasarkan hasil monitorong dan evaluasi masih ada beberapa kegiatan yang harus ditindaklanjuti menjadi prioritas untuk program berikutnya, yaitu pemanfaatan media digital untuk pembelajaran, karena pemanfaatannya masih 65 %, diharapkan ke depan bisa mencapai 80%+ disamping program yang lain juga harus ditingkatkan secara maksimal pada masa yang akan datang.

Kesimpulan dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwasanya mandaki merupakan sebuah strategi yang memberikan perubahan yang signifikan terkait pencapaian dalam implementasi pembelajaran mendalam. Selain itu strategi mandaki telah membantu guru dalam meningkatkan implementasi pembelajaran mendalam di dalam kelas, suasana pembelajaran menyenangkan dan bermakna, orang tua memberikan kontribusi yang positif terkait per­kem­bangan anak serta stakeholder juga ikut bersama dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran mendalam di sekolah. (*)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat