Jemput Adiwiyata Nasional, Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:10 WIB
Tim Verifikasi Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Nasional mengunjungi SDN 22 Lubukminturun dalam rangka visitasi calon Sekolah Adiwiyata Nasional, Kamis (16/7). (TIM LAMAN GURU)
Tim Verifikasi Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Nasional mengunjungi SDN 22 Lubukminturun dalam rangka visitasi calon Sekolah Adiwiyata Nasional, Kamis (16/7). (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Zia Azizah Imran, S.Pd. - Guru SDN 22 Lubuk Minturun

Kamis (16/07) Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti SDN 22 Lubukminturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, saat sekolah ini menerima kunjungan Tim Verifikasi Penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan SDN 22 Lubukminturun menuju predikat Calon Se­kolah Adiwiyata Nasional, sebuah penghargaan bergengsi bagi se­kolah yang berhasil membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.

Tim verifikasi yang hadir terdiri atas perwakilan Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kota Padang yang diketuai oleh Yopie Eka Putra serta perwa­kilan Dinas Pendidikan Kota Padang, Suriadi. Kehadiran tim disambut hangat oleh seluruh keluarga besar SDN 22 Lubukminturun beserta para pemangku kepentingan yang selama ini turut mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata.

SDN 22 Lubukminturun menjadi kebanggaan Kecamatan Koto Tangah karena merupakan satu-satunya sekolah dari kecamatan tersebut yang berhasil lolos sebagai calon Sekolah Adiwiyata Nasional. Dari tujuh se­kolah di Kota Padang yang melanjutkan ke tahap verifikasi nasional, SDN 22 Lubukminturun dipercaya menjadi salah satu wakil terbaik yang membawa semangat pelestarian lingkungan.

Penyambutan tim verifikasi berlangsung meriah namun tetap sederhana. Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Lubukminturun, Bapak Jhon Kenedy, S.A.P., sekretaris lurah ,perwakilan LPM, tim dari Puskesmas Air Dingin Lubukminturun, Bha­binkamtibmas, pengurus RT/RW, Komite SDN 22 Lubukminturun, tokoh masyarakat, serta para orang tua murid yang selama ini menjadi mitra sekolah dalam menjalankan berbagai program lingkungan.

Turut hadir pula Pengawas SDN 22 Lubukminturun, Bapak Heru Antoni, M.Pd., yang sejak awal selalu memberikan pendampingan, arahan, dan motivasi kepada kepala se­kolah Ibuk Suci Mulyani,S.Pd, guru, serta tenaga kependidikan dalam mempersiapkan seluruh proses penilaian Adiwiyata.

Kepala sekolah beserta seluruh guru menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Heru Antoni atas dedikasi dan bimbingan yang tidak pernah putus. Berbagai masukan yang diberikan menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus mening­katkan kualitas pengelolaan lingkungan dan pendidikan karakter peserta didik.

Program Adiwiyata sendiri­ merupakan program nasiona­l yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui program ini, seluruh warga sekolah didorong untuk memiliki kesadaran dalam menjaga, merawat, dan melestarikan li­ngkungan hidup sebagai b­a­gi­an dari kehidupan sehari-hari.

Di SDN 22 Lubukminturun, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai program nyata. Mulai dari pengelolaan Bank Sampah, Program Gerakan membawa thum­bler /botol minum ,program one man one tree, pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos, pemanfaatan greenhouse sebagai sarana pembelajaran, penanaman berbagai tanaman obat keluarga (TOGA), kebun sekolah, perawatan ta­na­man,konservasi k­ea­ne­ka­ra­gaman hayati,pemanfaatan sanitasi air, pembuatan lubang biopori, penghematan air dan listrik, penghijauan lingkungan sekolah, pemanfaatan barang be­kas menjadi karya kreatif, hi­ngga pembiasaan budaya bersih yang dilakukan setiap hari oleh seluruh warga se­kolah.

Tidak hanya itu, pendidikan lingkungan juga diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran. Siswa diajak belajar secara langsung melalui praktik, proyek, dan berbagai kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selama proses verifikasi berlangsung, tim penilai me­la­kukan peninjauan ke berbagai sudut sekolah untuk melihat secara langsung implementasi­ program-program lingkungan yang telah dilaksanakan. Selain me­lakukan observasi lapangan, tim juga mencermati dokumen pendukung serta me­la­kukan verifikasi terhadap indikator-indikator yang telah diunggah pada aplikasi penilaian Adiwiyata.

Dalam kesempatan tersebut, tim verifikasi memberikan berbagai arahan, masukan, dan penguatan kepada se­kolah. Beberapa indikator ma­sih perlu disempurnakan agar sesuai dengan ketentuan penilaian nasional. Masukan ter­sebut diterima dengan sangat baik oleh seluruh warga se­ko­lah sebagai bahan evaluasi untuk terus melakukan pembe­nahan dan peningkatan kua­litas program di masa mendatang.

“Kegiatan verifikasi ini bukan hanya sebatas penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi sekolah agar semakin memahami indikator-indikator Adiwiyata dan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap salah seorang anggota tim.

Momen istimewa juga terjadi ketika Tim Jurnalis Cilik (JURCIL MASDASKO) SDN 22 Lubukminturun mendapat ke­sempatan melakukan wa­wan­cara langsung dengan Ketua­ Tim Verifikasi dari DLH, Bapak Yopie, serta Bapak Suriadi dari Dinas Pendidikan Kota Padang. Dengan penuh percaya diri, para Jurnalis Cilik mengajukan berbagai perta­nyaan seputar Program Adiwiyata.

Menjawab pertanyaan me­ngenai tujuan utama verifikasi, Bapak Yopie menjelaskan bahwa verifikasi bertujuan memastikan seluruh program yang telah dilaporkan sekolah benar-benar terlaksana di la­pa­ngan serta menjadi budaya yang dijalankan oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya di­lakukan menjelang penilaian.

Saat ditanya mengenai aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian, beliau me­nyampaikan bahwa tim tidak hanya melihat kebersihan se­kolah, tetapi juga kebijakan sekolah, keterlibatan seluruh warga sekolah, pemanfaatan sarana ramah lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi lingkungan, hingga keberlanjutan berbagai program yang telah dilaksanakan.

Menanggapi pertanyaan mengenai ciri sekolah yang berhasil menerapkan budaya peduli lingkungan, Bapak Suardi menjelaskan bahwa sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang mampu membiasakan seluruh warganya untuk menjaga lingkungan secara sadar tanpa harus diingatkan. Budaya tersebut harus tampak dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Ketika ditanya mengenai perilaku siswa yang menjadi perhatian dalam penilaian, tim verifikasi menyampaikan bahwa karakter peserta didik menjadi salah satu indikator penting. Sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap kebersihan, kemampuan be­kerja sama, serta kebiasaan membuang sampah pada tem­patnya merupakan cerminan keberhasilan pendidikan lingkungan di sekolah.

Sementara itu, menjawab pertanyaan mengenai peran Jurnalis Cilik, tim memberikan ap­resiasi yang tinggi. Menurut me­reka, Jurnalis Cilik memiliki­ pe­ran strategis sebagai penyebar informasi dan inspirasi. Melalui berita, dokumentasi kegiatan, wawancara, hingga publikasi di media sekolah maupun media massa, para Jurnalis Cilik dapat me­ngajak masyarakat untuk lebih­ peduli terhadap lingku­ngan serta memperkenalkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan sekolah.

 Bapak Suriadi juga memberikan pesan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kegiatan wawancara tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para anggota Jurnalis Cilik. Selain melatih kemampuan komunikasi, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri serta menumbuhkan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan.

Di akhir kegiatan, keluarga besar SDN 22 Lubukminturun menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan verifikasi.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dinas Ling­kungan Hidup Kota Padang, Dinas Pendidikan Kota Pa­dang, Pengawas SDN 22 Lubukminturun Bapak Heru Antoni, M.Pd., Lurah Lubukminturun Bapak Jhon Kenedy, S.A.P., Puskesmas Lubukminturun, Babinkamtibmas, Lembaga Pemberdayaan Mastarakat (LPM), para Ketua RT/RW, Komite SDN 22 Lubukminturun, tokoh masyarakat, seluruh orang tua/wali murid, serta seluruh warga sekolah yang telah memberikan tenaga, pikiran, waktu, maupun dukungan moril dalam me­nyuk­seskan persiapan penilaian ini.

Semangat gotong royong yang terbangun menjadi bukti bahwa keberhasilan Program Adiwiyata bukan hanya milik sekolah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen ma­sya­rakat. Dengan kebersamaan tersebut, SDN 22 Lubukminturun optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan dan melahirkan ge­nerasi yang berkarakter, peduli, serta bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Verifikasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus menjaga komitmen dalam membangun budaya lingkungan yang lestari. Apa pun hasil yang diperoleh nantinya, SDN 22 Lubukminturun bertekad untuk terus menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada seluruh peserta didik demi masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
Laman Guru Kota Padang