Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kapolsek Kapur IX Iptu Dipa Ningrat yang dihubungi, mengungkapkan bahwa sosok yang ditemukan tidak bernyawa tersebut bernama Maadis, 53, warga Jorong II Koto Bangun, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.
”Korban Maadis ditemukan tim gabungan Polri, damkar dan aparat pemerintahan nagari dan dibantu masyarakat setempat dalam kondisi meninggal dengan wajah penuh luka cakar di wajah dan kepalanya,” terang Kapolsek Kapur IX, Iptu Despa Ningrat.
Korban yang biasa mencari ikan dengan memasang perangkap ikan sejenis bubu atau ”lukah” tersebut, berangkat dari rumahnya, pagi-pagi, Rabu. Namun belum kembali hingga malam harinya. Padahal seharusnya seperti biasa, sore hari korban sudah kembali dari pekerjaannya.
Sehingga pihak keluarga menjadi cemas, karena sampai tengah malam almarhum belum juga kembali. Dan kemudian dilakukan pencarian oleh keluarga, hingga saudara korban menemukan motor dan bubu ditemukan saudaranya yang melakukan pencarian awal.
Karena hari sudah semakin malam, peristiwa hilangnya warga tersebut, dilaporkan ke Polsek Kapur IX dan Damkar Muaro Paiti. Kemudian dilakukan pencarian bersama-sama menuju ke dalam hutan yang diperkirakan berjarak sekitar 5-6 kilometer di aliran sungai Batang Momok, Muaropaiti yang sudah jauh berada ke dalam hutan tersebut.
”Beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan kondisi wajah penuh luka cakar tergeletak di pinggir Batang Simonok dalam keadaan telungkup. Malam itu juga, tim gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban dan langsung melarikannya ke Puskesmas Muaro Paiti untuk dilakukan pemeriksaan medis,” terang Kapolsek Kapur IX, Iptu Despa Ningrat.
Wali Nagari Kotobangun, Yoesarlis Datuak Sutan Pangulu mengatakan, evakuasi korban cukup melelahkan warga dan tim pencari. Sebab kendaraan roda empat tidak bisa sampai ke lokasi yang sudah berada di dalam hutan tersebut. ”Alhamdulillah, tim pencari bersama warga bisa mengevakuasi korban. Sekitar pukul 02.30, korban sampai di puskesmas dan pagi harinya dimakamkan dipemakaman keluarga di Muaropaiti,” terang Wali Nagari Kotobangun, Kamis (1/7) malam.
Menurut walnag, korban warga Muaropaiti dan tinggal di Kotobangun. Sebab, istrinya warga Kotobangun. Memang lokasi penemuan korban meninggal, sudah berada di dalam hutan. Sehingga, kemungkinan diserang binatang buas bisa saja terjadi.
Terpisah, Kepala Resor Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Limapuluh Kota, Martias menyebutkan akan menindaklanjuti dugaan serangan hewan buas tersebut dan melakukan upaya penelusuran informasi.
”Kita akan koordinasikan dengan wali nagari, masyarakat dan Polsek Kapur IX, terkait peristiwa yang terjadi baru-baru ini di Kapur IX,” ucap Kepala Resor BKSDA Martias saat dihubungi Padang Ekspres, Kamis(1/7) malam. (fdl) Editor : Novitri Selvia