Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Mudiak Coran Limapuluh Kota Perlu Diaspal, Berlumpur kala Hujan

padek • Jumat, 14 Januari 2022 | 10:29 WIB
Photo
Photo


Masih ada akses utama menuju pemukiman penduduk di Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban yang belum pernah tersentuh aspal alias masih jalan tanah.

Kondisi jalan berlumpur dan licin saat diguyur hujan sepanjang 2 kilometer sehingga tak bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.Kondisi tersebut dibenarkan Wali Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Hardison Datuak Tulahir saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Kamis (13/1).


Jalan yang belum pernah disentuh aspal tersebut, mulai dari Simpang Sungai Ipuah hingga Mudiak Coran dengan penduduk sekitar 250 kepala keluarga (KK) atau dengan jumlah jiwa mendekati angka 1.000 jiwa.


"Benar, jalan Sungai Ipuah sebelumnya sudah ada pembangunan. Hanya saja belum keseluruhan, sebab masih ada sekitar 2 kilometer panjang jalan yang sama sekali belum pernah tersentuh aspal. Becek dan licin saat diguyur hujan," ucap Hardison.


Jalan itu, katanya, selalu masuk dalam Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU-RKP) Nagari Sitanang, hanya saja belum juga tersentuh pembangunan. Kondisi pandemi Covid-19, memperpanjang daftar tunggu pembangunan.


"Masyarakat terus berharap gar jalan menuju Mudiak Coran, bisa segera di aspal," tambahnya.


Tidak hanya jalan menuju Mudiak Coran. Sejumlah ruas jalan lainnya di Nagari Sitanang juga membutuhkan sentuhan pembangunan. Seperti jalan Batu Kabau-Muaro Sariak sepanjang 1.200 meter, kemudian jalan Tanjuang Gadang Sitanang juga mengalami kerusakan sepanjang 1.200 meter.


"Mudah-mudahan jalan Kampai, Labuah Gunuang-Sitanang dibangun tahun ini, seperti informasi yang kita peroleh dari Kabupaten Limapuluh Kota. Kita berharap anggaran sebesar Rp 1,5 miliar tersebut benar-benar bisa direalisasikan," harap Hardison.


Warga Sitanang, Zainal kerap memposting kondisi jalan di media sosial facebook hanya saja sampai saat ini tetap belum menjadi perhatian pemerintah.


Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kabupaten Limapuluh Kota belum berhasil dihubungi saat konfirmasi terkait kapan pembangunan jalan itu dilakukan.


Saat dicoba hubungi melalui telepon genggamnya, Rilza Hanif belum menjawab panggilan untuk konfirmasi Padang Ekspres. Pesan WhatsApp juga belum dibalas.




Terpisah, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota daerah pemilihan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Luak dan Situjuah Limo Nagari, Sastri Andiko Datuak Putiah mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur ke sudut nagari.


"Hanya saja akibat adanya refocusing akibat pandemi Covid-19, kita tentunya tidak bisa berbuat banyak. Sebab ada pemotongan anggaran yang berakibat pada pembangunan infrastruktur sejak dua tahun terakhir. Mudah-mudahan ke depan kondisi akan lebih baik," ucap Sastri Andiko.


Sebelumnya menurut mantan Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota ini, pembangunan infrastruktur jalan di ruas Taram-Sitanang, sudah diperjuangkan lebih awal dan berhasil dibangun. Hanya saja memang masih panjang yang harus dituntaskan.


"Setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp 5 miliar untuk membenahi pembangunan jalan ke Sitanang," ucap Sastri Andiko.(fdl)




Editor : padek
#Jalan Berlumpur di Limapuluh Kota #Wali Nagari Sitanang #Jalan Belum Beraspal #Jalan Lareh Sago Halaman #Kecamatan Lareh Sago Halaban #Hardison Datuak Tulahir