Hal itu terungkap usai Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Bupati Magetan, Supratowo bertemu dalam kunjungan kerja dan silaturahmi kedua kabupaten, Selasa (24/1).
Bupati menyampaikan, Oktober lalu, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyimak presentasi dan menyaksikan langsung proses produksi Maggot di PT. Bio Cycle Indonesia.
Industri maggot menjadi salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengakselerasi pengurangan tumpukan sampah yang dihasilkan setiap harinya.
Hal ini juga sejalan dengan inovasi Mahkota Berlian (Limapuluh Kota Bersih Lingkungan) yang diluncurkan di awal tahun 2022 lalu. Pembahasan kerja sama kedua daerah turut dihadiri sejumlah Kepala dari masing-masing kabupaten.
“Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Limapuluh Kota sebagai tujuan kunjungan pada kesempatan ini. Merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami untuk dapat menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten Magetan. Semoga selain menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, ke depan diharapkan akan terjalin sinergitas serta kerja sama yang berkelanjutan antara seluruh pihak yang terkait dalam kegiatan ini juga masyarakat dari kedua daerah,” tutur Bupati Safaruddin.
Terkait pengelolaan dalam upaya menekan dampak jangka panjang yang diakibatkan oleh sampah, saat ini Pemkab Limapuluh Kota akan meneken MoU dengan Bio Cycle.
Menangani permasalahan sampah tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus dilaksanakan lewat kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak. Kemudian dikatakan Bupati Safaruddin, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Riau, dan tahun ini kerja sama tersebut dapat diwujudkan dengan pembangunan pabrik maggot.
Safaruddin juga menjelaskan, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan lahan pembangunan pabrik, setelah kunjungan ini. Pemkab Limapuluh Kota juga akan menandatangani MoU dengan PT.Bio Cycle guna akselerasi program pengelolaan sampah di Limapuluh Kota.
Sementara itu, Bupati Magetan, Supratowo menjelaskan, kunjungan Pemerintah Kabupaten Magetan ke Limapuluh Kota bertujuan untuk studi komparatif tentang kerja sama yang akan dilakukan antara Pemkab Limapuluh Kota dengan Bio Cycle.
“Hal ini dirasa sangat penting, kemaren kami juga baru berkunjung ke Pabrik Bio Cycle di Tapung, Kampar. Dengan berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, kami harapkan dapat mengetahui skema perjanjian yang akan diterapkan kedua belah pihak sehingga jadi bahan acuan dalam perjanjian Pemkab Magetan dengan Bio Cycle nantinya,” ulas Bupati Supratowo.
Kemudian Supratowo turut menjelaskan, kerja sama yang akan dijalin dengan Bio Cycle dinilai strategis dalam mengelola sampah Kabupaten Magetan yang saat ini mencapai 267 ton perhari. Ia berharap koordinasi yang dilakukan kedua daerah dengan Bio Cycle dapat diwujudkan secepatnya agar permasalahan sampah di kedua kabupaten dapat teratasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman (DLHPP), Yunire Yunirman tidak menampik rencana budidaya maggot yang akan digarap serius. Hanya saja kata Kadis LHPP, potensi Limapuluh Kota sebagai budidaya maggot sangat tinggi dan berada di posisi strategsi dengan budidaya perikanan dan peternakan yang cukup banyak sebagai pasar produksi maggot.
“Potensi pasar untuk produksi cukup menjanjikan di Limapuluh Kota, saat ini sedang dirancang lokasi untuk budidaya yang memungkinkan. Tentunya jauh dari pemukiman penduduk,” ucap Kepala Dinas DLHPP, Yunire Yunirman.(fdl) Editor : Novitri Selvia