Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tata Lokasi Syuting Film Buya Hamka

Novitri Selvia • Senin, 29 Mei 2023 | 13:03 WIB
MENARIK: Salah satu lokasi syuting film Buya Hamka di Nagari Taram, Limapluh Kota yang dikunjungi wisatawan beberapa waktu lalu.(IST)
MENARIK: Salah satu lokasi syuting film Buya Hamka di Nagari Taram, Limapluh Kota yang dikunjungi wisatawan beberapa waktu lalu.(IST)
Menjadi lokasi syuting film Buya Hamka yang sedang diminati dan banyak ditonton masyarakat, sejumlah tempat di Limapuluh Kota layak digarap menjadi salah satu potensi wisata.

Pasalnya akan menjadi daya tarik sekaligus media promosi yang mumpuni untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Seperti Pantai Tanjungtinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung yang menjadi salah satu spot populer sebagai destinasi wisata usai booming-nya film Laskar Pelangi.

Kalau Limapuluh Kota dengan Kapalo Banda, Taram, Kecamatan Harau dan sejumlah tempat syuting film Buya Hamka sangat layak dikemas menjadi potensi wisata. Hal itu dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora), Elsiwa Fajri saat berdiskusi dengan Padang Ekspres beberapa waktu lalu.

Menurut Elsiwa Fajri, ada dua lokasi syuting film Buya Hamka di Limapuluh Kota. Salah satunya di Nagari Taram yang sempat dibangun sebuah Surau lengkap dengan kincir airnya untuk berwudhu. Sementara latar belakangnya perbukitan.

Kemudian juga di Kapalo Banda, aliran air Kapalo Banda yang sudah lama menjadi objek wisata nagari juga menjadi salah satu lokasi syuting. Bahkan pada awal-awal syuting film ada tulisan yang menunjukkan lokasi syuting film Buya Hamka.

“Sebagai salah satu lokasi syuting film Buya Hamka, tentunya spot-spot khusus menjadi daya tarik bagi pecinta film untuk dinikmati. Sehingga perlu ditata dan dikelola sebaik mungkin. Mudah-mudahan bisa memberi nilai lebih bagi geliat wisata daerah,” terang Elsiwa Fajri.

Ke depannya untuk pengelolaan wisata, penting dipertahankan ciri khas daerah sebagai daya tarik. Sehingga perlu regulasi yang tegas dan jelas untuk menatanya. “Jika tidak kita atur tentu akan sulit menata. Regulasi ini tengah kita siapkan dalam bentuk Peraturan Bupati Limapuluh Kota tentang Pengelolaan Sarana Akomodasi di Kawasan Wisata,” terangnya.

Lokasi syuting di kawasan Bukik Bulek Taram dengan aliran sungai di salah satu sisinya, film Buya Hamka yang disutradarai, Fajar Bustomi ini membangun sebuah surau tempat Hamka muda belajar mengaji dan beladiri silat. Selain surau juga dibangun satu unit kincir air untuk mengalirkan air untuk berwudhu.

Tempat yang dipakai untuk syuting selama 7 hari ini, dibuat selama 30 hari. Saat ini, masih terdapat surau lokasi syuting tersebut, lengkap dengan kincir airnya. Lokasi ini, tentunya memiliki daya tarik untuk dikunjungi oleh penikmat film. (fdl) Editor : Novitri Selvia
#Bukik Bulek Taram #lokasi syuting #Elsiwa Fajri #film buya hamka #Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) #Kapalo Banda