Sebelumnya para ODGJ ini menjalani rehabilitasi dan terapi di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Aulia Rahma Lampung tiga bulan yang lalu. Proses penjemputan ODGJ yang sembuh dilakukan tim relawan Pak’Sa dengan bertolak dari Tanjung Pati, Limapuluh Kota, Kamis (25/5).
“Alhamdulillah, sebanyak 21 ODGJ yang sebelumnya kita kirimkan ke LKS Aulia Rahma sudah bisa pulang. Hari ini kita membawa pulang sebanyak 18 orang, 1 orang sudah dijemput oleh keluarganya langsung beberapa hari yang lalu dan 2 orang lainnya tetap tinggal di LKS Aulia Rahma,” sebut Koordinator Pak’Sa Ferizal Ridwan, Sabtu lalu.
Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota ini mengatakan, tinggalnya dua ODGJ di LKS Aulia Rahma Lampung itu merupakan permintaan dari pihak keluarga. Begitu juga dengan biaya perawatan akan ditanggung oleh keluarganya.
Ferizal Ridwan yang akrab disapa Feri Buya itu menyebut, setelah nantinya sampai pada keluarga masing-masing diharapkan perhatian yang lebih dari keluarga dan masyarakat agar pasien-pasien tersebut tidak kembali kambuh dan bisa sembuh total.
“Diharapkan, jika nanti sudah sampai dirumah dan kembali kepada keluarga, pihak keluarga diminta untuk merubah pola, sikap dan perhatiannya kepada mereka, agar tidak kambuh atau berulang. Demikian pula lingkungan sekitar, perlu mendukung individu pasien ODGJ setelah dilakukan rehabilitasi,” kata Ferizal Ridwan.
10 ODGJ Selamat Sampai di Lampung
Sementara itu, 10 ODGJ asal Limapuluh Kota yang kembali diantar relawan Pak’Sa untuk menjalani rehabilitasi dan terapi di LKS Aulia Rahmah Lampung sampai dengan selamat. Seluruh ODGJ langsung diserahterimakan antara koordinator relawan Pak’Sa Ferizal Ridwan dan pihak LKS Aulia Rahma.
Sebelum diberangkatkan ke Lampung, ke 10 ODGJ tersebut sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga dan pemerintahan nagari mereka masing-masing serta akan menjalani rehabilitasi selama tiga bulan.
“Kami segenap tim relawan Pak’Sa mengapresiasi dan berterima kasih kepada keluarga, masyarakat serta donatur yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil terhadap penyelamatan nasib ODGJ asal Limapuluh Kota,” ungkap Buya Feri.
Diakui Buya Feri, dari data yang berhasil dihimpun tim relawan Pak’Sa masih ada puluhan warga Limapuluh Kota yang mengalami gangguan jiwa atau ODGJ yang perlu mendapat perhatian.
“Untuk saat ini, kita akan bantu sesuai dengan kemampuan kita dan dukungan dana dari para donatur. Hingga saat ini, relwan Pak’Sa telah memfasilitasi sebanyak 45 ODGJ untuk melakukan rehabilitasi di Lampung,” pungkas Buya Feri didampingi mantan anggota DPRD Limapuluh Kota, Syahriman Datuak Iyang Bosa. (fdl) Editor : Novitri Selvia