PADEK.JAWAPOS.COM-Ajang ekspresi, kreasi dan penampilan kekhasan tradisi, ditabuh dalam perhelatan akbar daerah Pekan Budaya Limapuluh Kota yang dibuka secara resmi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mahkota Berlian, Sarilamak, Kecamatan Harau, Senin (1/7) siang.
“Pekan Budaya ini akan menjadi ruang apresiasi, ekspresi hingga kreasi seni dan budaya sekaligus interaksi budaya antar nagari di Limapuluh Kota,” ucap Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo mengawali sambutannya di hadapan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra dan Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Jefrinal Arifin dan para undangan pembukaan Pekan Budaya Limapuluh Kota.
Memperkokoh jati diri bangsa dalam keberagaman, kata bupati, hal itu sejalan dengan Program Merdeka Berbudaya yang digelorakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Pekan Budaya diharapkan mampu memantik percakapan budaya, kolaborasi hingga aksi kolektif untuk pemajuan kebudayaan.
“Sesuai dengan visi daerah mewujudkan Limapuluh Kota yang madani, berbudaya dalam kerangka “Adat Basandi Syara’, Syara, Basandi Kitabullah. Limapuluh Kota juga memiliki potensi Cagar Budaya, dan warisan budaya tak benda. Sehingga wajar menjadikan Limapuluh Kota sebagai basis pengembangan kebudayaan,” tambah Safaruddin sebelum menabuh tabuh dimulainya Pekan Budaya hingga empat hari ke depan.
Lebih jauh, soal pemajuan kebudayaan tentunya tidak diharapkan akan menjadi ajang seremonial belaka, sebab kata Bupati, perlu upaya terpadu dan berakar pada kebutuhan masyarakat.
“Sebab berdasarkan 10 unsur pemajuan kebudayaan, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, situs, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, bahasa, seni tradisional, permainan rakyat hingga olahraga tradisional tersebar di 79 nagari yang ada di Limapuluh Kota,” tutup Bupati Limapuluh Kota.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra kepada Padang Ekspres menyampaikan sejumlah harapannya untuk urusan kebudayaan. Menurutnya, Pekan Budaya acara yang sangat baik untuk menjadi bagian dari pengembangan potensi budaya di Limapuluh kota.
“Tetapi kegiatan pekan budaya jangan hanya sekedar seremonial belaka, harus ada aksi nyata dalam pelestarian adat dan budaya.
Inventarisir semua potensi, pelajari dan kembangkan, jaga masuknya budaya asing, manfaatkan kemajuan teknologi untuk promosi budaya. Kemudian pemerintah menyiapkan pendampingan dalam bentuk anggaran rutin setiap tahunnya,” ucap Deni Asra.
Pada Pekan Budaya nanti, masyarakat akan bisa menikmati secara gratis berbagai pertunjukan, festival hingga hiburan seperti, Pawai Budaya, Festival Randai, Lomba Tari Minang Kreasi, Lomba Qasidah Rebana, Lomba Lagu Pop Minang, Lomba Baju Kuruang Basiba Tradisional serta Modifikasi. Kemudian, Lomba Talempong Pacik, Lomba Bercerita Legenda Minangkabau dan pameran selama pekan budaya.
Seperti diinformasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Festival Randai itu mengisahkan cerita tentang Kaba Asli Minangkabau. Festival Randai tersebut, akan diikuti 26 grup. Kemudian pameran akan diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah, BUMD, BUMN, UMKM serta 13 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Setelah agenda pembukaan, hari kedua Pekan Budaya akan ditampilkan Lomba Baju Kuruang Tradisional serta Modifikasi dan Lomba Talempong Pacik. Lomba Baju Kuruang Tradisional yang diadakan di aula Kantor Bupati Limapuluh Kota dengan kategori Baju Kuruang Basiba Tradisi untuk Bundo Kanduang dan kategori Baju Kuruang Basiba Modifikasi khusus umum dengan usia maksimal 25 tahun.
Selanjutnya Lomba Talempong Pacik diikuti oleh utusan dari berbagai SMP serta SMA dan nagari di Kabupaten Limapuluh Kota dengan menampilkan instrumen Minangkabau. “Sekolah bebas untuk mengutus jumlah grup untuk mengikuti lomba Talempong Pacik ini, tetapi anggota grup maksimal 5 orang,”kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Afri Efendi melalui Kabid Kebudayaan, Ali Hasan.
Kemudian, pada hari ketiga akan digelar Pawai Budaya, Lomba Tari Minang Kreasi dan Lomba Lagu Pop Minang. Pawai Budaya akan diikuti peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan dengan menampilkan adat istiadat, tradisi ataupun permainan anak nagari dengan peserta paling banyak 25 orang setiap kecamatan.
Pawai Budaya ini menampilkan keunggulan adat istiadat, tradisi serta permainan anak nagari di masing-masing kecamatan. Nantinya, ada 13 kelompok yang akan tampil dengan start di komplek kantor bupati dan finish di depan pentas utama Ruang Terbuka Hijau Mahkota Berlian.
Kemudian pada 4 Juli Lomba Qhasidah Rebana dan pada 5 Juli Lomba Bercerita Legenda Minangkabau yang diikuti oleh murid kelas IV sampai kelas VI SD. “Lomba Bercerita Legenda Minangkabau ini, diikuti oleh murid SD utusan masing-masing kecamatan. Lomba ini disajikan dengan berbahasa Minangkabau. (fdl)
Editor : Novitri Selvia