PADEK.JAWAPOS.COM-Jalan penghubung antara Jorong Tarantang dan Jorong Lubuk Limpato di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, terputus Senin (7/10). Jalan ini merupakan alternatif penting bagi masyarakat yang menuju Ketinggian Nagari Sarilamak.
“Ya, jalan dengan gorong-gorong saluran air di bagian bawahnya tersebut ambruk. Sehingga menyebabkan jalan terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, masih ada jalan alternatif lain sehingga akses wisata menuju objek wisata Lembah Harau tidak terganggu,” kata Sekretaris Nagari Tarantang, Adi Putra, Senin sore.
Meski demikian, masyarakat berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Keluhan ini sudah lama disampaikan karena pondasi jembatan telah lama rusak akibat tergerus air dan menjadi sarang kepiting air tawar.
Komandan Kodim (Dandim) 0306/50 Kota, Letkol Inf Ucok Namara, yang baru menjabat kurang dari sebulan, langsung meninjau bencana yang terjadi di wilayah teritorialnya.
Dandim bersama Kadis Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota Siswanto, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Ardiman, Refi dari Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota, personil PDAM, serta Wali Nagari Tarantang Sudahri, Babinsa, dan Babinkamtibmas dari Koramil Harau dan Polsek Harau, melihat kondisi jalan secara langsung.
Setelah peninjauan, Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf Ucok Namara menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah yang terjadi dan berupaya mencarikan solusi dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Hasil koordinasi, diminta kepada perangkat Nagari Tarantang untuk segera membuat surat tanggap darurat yang ditujukan kepada BPBD dengan tembusan Dinas PU Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Dandim.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan penanganan akan dilakukan dengan meminjam alat berat dari Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota dan membangun jembatan darurat sehingga dapat dilewati oleh kendaraan roda dua.
Dirinya juga turut mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah rawan bencana, untuk selalu waspada dan melaporkan setiap kejadian kepada aparat terkait seperti Babinsa, Babinkamtibmas, dan aparatur Nagari, apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.
“Sesuai arahan pimpinan, jajarannya juga telah memetakan daerah rawan bencana saat musim hujan dan melakukan tindakan preventif kepada masyarakat supaya menghindari daerah rawan bencana tersebut sehingga tidak terjadi korban jiwa,” pungkasnya. (fdl)
Editor : Novitri Selvia