Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tingkat Hunian Homestay di Harau Turun Drastis, Pasca Jalan Sumbar Riau Putus

Syamsu Ridwan • Jumat, 6 Desember 2024 | 13:10 WIB
Nopi Lissan salah satu pemilik penginapan dari kawasan Geopoark Harau sedang membersihkan kolam di Homestaynya.(SY RIDWAN/PADEK)
Nopi Lissan salah satu pemilik penginapan dari kawasan Geopoark Harau sedang membersihkan kolam di Homestaynya.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Akibat longsor di desa Tanjuang Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau tidak hanya berimbas kepada sektor tranportasi tetapi juga sektor pariwisata di Sumbar. Salah satu yang terdampak adalah usaha Homestay di Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Salah satu pemilik Homestay di Kabupaten Limapuluh Kota, mengungkapkan akibat putusnya jalan akibat longsor di desa Tanjung Alai, XIIi Koto Kampar, Kabupaten Kampar bedampak drastis kepada usahanya.

“Sangat berdampak sekali, buktinya sekarang Homestay kami sepi penginap. Selain sepi penginap, sejumah pengunjung yang telah membooking membatalkan akibat jalan putus tersebut,” sebut pemilk Nadine Homestay, Zulfikar kepada Padang Ekspres.

Ia mengungkapkan bulan Desember tiap tahunnya adalah bulan dimana tinggi tingkat inap selain sehabis libur Iduh Adha.

“Bulan-bulan yang kami harapkan tiap tahunya adalah bulan Desember ini. Akibat omset kami yang kami harapkan turun drastis, padahal yang kami harapkan adalah bulan ini,” ungkapnya yang memiliki 20 kamar ini.

Zulfikar menyebutkan akibat jalan putus di Tanjung Alai, XIII Koto Kampar, Riau ini omsetnya mengalami penurunan hingga 90 persen. “Ada sekitar 90 persen terjadi penurunan kunjungan ke Homestay kami,” jelasnya.

Ditempat Homestay keluarga yang ia miliki rata-rata pengunjung berasal dari Provinsi Riau. “Ditempat kami, rata-rata tiap akhir pekan selalu penuh kamar hunian dan itu kebanyakan dari provinsi tetangga,” ungkapnya.

Lalu katanya kamar harus terisi penuh tiap akhir pekannya, banyak juga dibatalkan,”banyak telah membooking yang membatalkan, hingga tanggal 23 Desember mendatang. Bahkan yang telah memberikan panjang terpaksa kita kembalikan,” katanya.

Ia berharap pengerjaan perbaikan jalan Sumbar-Riau cepat selesai,” kami sangat berharap pengerjaan jalan inj cepat selesai dan berharap sebelum libur sekolah,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik Homestay lainya, Nopi Lissan yang mengungkapkan hari senin lalu terjadi penurunan tingkat hunian.

“Untuk saat ini, tingkat hunian di Hamestay di Harau ini banyak batal dan memintak pengembalian uang pangkat (booking). Hal ini imbas dari putusnya jalan di Sumbar Riau,” ungkapnya.

Ia mengatakan untuk dikondisi normal, dipenginalan BB Homestay ini dan tempat Homestay lainya di Harau tiap akhir pekan selalu penuh dari pengunjung.

“Semenjak terjadi jalan rusak ini berimbaslah ke pariwisata kita ke Harau,” ujarnya.

Nopi berharap jalan berharap cepat selesai dan tamu yang dibatalkan cepat membooking kembali dan akan berimbas kepada tingkat kunjungan di Harau ramu kembali. (rid)

 

 

Editor : Novitri Selvia
#Nadine Homestay #Desa Tanjuang Alai #longsor #kecamatan xiii koto kampar #Zulfikar