Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fadli Zon Resmikan Museum PDRI: Perlu Dilengkapi Sekolah, Akses Jalan dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Syamsu Ridwan • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:45 WIB

MEDIA EDUKASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum PDRI di kawasan Monumen Nasional Bela Negara, Kototinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)
MEDIA EDUKASI: Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Museum PDRI di kawasan Monumen Nasional Bela Negara, Kototinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Kebudayaan menyadari pentingnya keberadaan Museum PDRD di kawasan Monumen Nasional Bela Negara di Kototinggi, Kabupaten Limapuluh Kota.
Khusunya untuk literasi dan edukasi terkait sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal tersebut terungkap saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan museum tersebut tepat pada Hari Bela Negara, kemarin. Untuk itu Kementerian Kebudayaan akan memberi perhentian terhadap penuntasan pembangunan serta kelengkapan museum ini.

“Saat ini, salah satu yang dibutuhkan adalah akses jalannya. Habis ini saya akan menyurati beberapa kementerian untuk bisa menunaikan apa yang menjadi perencanaan ketika itu (pembangunan museum akan dilakukan),” ungkapnya.

Pada hari yang sama politisi Partai Gerindra ini juga meresmikan museum Tan Malaka di Padamgadang, Limapuluh Kota.

Fadli Zon mengungkapkan, proses pembangunan Museum PDRI memang sudah cukup panjang. Sudah belasan tahun.

“Kami sudah melihat dan menyaksikan story line museum ini dari proklamasi kemerdekaan sampai terbentuknya NKRI. Rangkaian story line di Museum PDRI melengkapi babak atau episode sejarah kita yang mungkin kurang diperhatikan atau tertinggal,” katanya.

Padahal, sambung dia, ini adalah episode yang sangat penting dalam memperjuangkan mempertahankan kemerdekaan.

Fadli berharap ke depannya, ada dukungan dari kementerian dan lembaga lainnya.

“Sesuai dengan perencanaannya ketika itu dibangun dan sekarang ini tentu menjadi bagian dari Kementerian Kebudayaan. Kami berharap nantinya ada Kementerian Pertahanan untuk membangun sekolah, dan dari Kementerian PUPR untuk akses jalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan juga ada kegiatan-kegiatan ekonomi. “Mungkin nanti ada kafe atau restoran dan lain-lain. Tentu berkerja sama dengan masyarakat di sini,” ujar dia.

Sementara itu, Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-76 di Sumbar berlangsung khidmat kemarin (19/12). Fadli Zon, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dia pun mengingatkan pentingnya semangat bela negara sebagai komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.

“Hari Bela Negara merupakan momen penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan bangsa,” ujarnya membacakan amanat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto pada upacara yang digelar di Halaman Istana Gubernur Sumbar itu.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi nyata atas komitmen ini harus mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, hingga pertahanan.

“Lima nilai dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa, keyakinan pada Pancasila, rela berkorban, dan kemampuan awal bela negara, harus tertanam dalam diri setiap warga negara,” tambahnya.

Fadli Zon turut mengingatkan berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik antarnegara, perang siber, hingga perubahan iklim.

Oleh karena itu, diperlukan strategi pertahanan yang tepat, salah satunya melalui program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).

“Program PKBN ini sejalan dengan visi Asta Cita Kabinet Merah Putih yang bertujuan memperkokoh ideologi Pancasila dan membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pancasila harus menjadi pedoman kita dalam menghadapi dinamika global,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

“Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik untuk bangsa sesuai dengan peran masing-masing. Dirgahayu Hari Bela Negara ke-76, gelorakan semangat bela negara untuk Indonesia maju,” pungkasnya.

Usai upacara, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rasa syukur atas rutinnya peringatan Hari Bela Negara di Sumatera Barat. Ia menyebut, peringatan ini menjadi pengingat akan peristiwa penting 19 Desember 1948 yang melahirkan PDRI.

“Mudah-mudahan semangat bela negara ini terus kita tingkatkan. Secara pemerintahan, ada rencana membentuk komponen cadangan untuk mendukung tugas aparat terkait,” kata politisi PKS itu.

Ia menekankan, bela negara adalah tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. “Semangat bela negara harus diwariskan, agar kekuatan, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air semakin meningkat di negara kita,” ujarnya.

Mahyeldi menegaskan, bela negara bukan hanya tugas militer, tetapi tanggung jawab setiap warga negara, termasuk generasi muda, untuk turut memperkuat Indonesia yang maju. (rid/wni)

 

Editor : Novitri Selvia
#fadli zon #museum PDRI #sekolah #Menteri Kebudayaan #Monumen Nasional Bela Negara