Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jejak Harimau kembali Muncul di Ladang Warga Jorong Puadata

Syamsu Ridwan • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:15 WIB

MENGKHAWATIRKAN: Jejak kaki yang diduga milik harimau kembali ditemukan di ladang warga Jorong Puadata, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunungomeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/1).(SY RIDWAN/PADEK
MENGKHAWATIRKAN: Jejak kaki yang diduga milik harimau kembali ditemukan di ladang warga Jorong Puadata, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunungomeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (23/1).(SY RIDWAN/PADEK

PADEK.JAWAPOS.COM-Setelah pemasangan kandang jebak oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Limapuluh Kota bersama warga Selasa (21/1), jejak kaki harimau kembali ditemukan di ladang warga di Jorong Puadata, Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunungomeh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Penemuan ini memicu kewaspadaan masyarakat setempat. “Hari ini (kemarin, red), jejak kaki harimau kembali terlihat di ladang kami, setelah sebelumnya tidak ada tanda-tanda,” ujar Ismi Fadillah, pemilik ladang di Pua Data, kepada Padang Ekspres, Kamis (23/1).

Ismi menjelaskan, jejak kaki yang diduga milik harimau tersebut kali ini lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya. “Jejaknya lebih luas. Ada yang terlihat di tanah, di atas plastik mulsa, bahkan di sekitar tanaman cabai rawit yang sebelumnya tidak ada tanda apa pun,” tambahnya.

Mengenai kondisi kandang jebak yang dipasang di ladangnya, Ismi menyatakan bahwa kandang tersebut masih utuh. “Kambing yang digunakan sebagai umpan masih ada, dan kandangnya tidak mengalami kerusakan seperti saat pertama kali dipasang,” jelasnya.

Meskipun ada jejak-jejak baru, Ismi menegaskan bahwa aktivitas warga di ladang tetap berjalan normal. “Kami masih ke ladang seperti biasa dan pulang sekitar pukul 17.00,” ungkapnya.

Kepala Jorong Pua Data, Fandes Trisman, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari. “Kami sudah mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas pada malam hari. Jika harus keluar malam, sebaiknya tidak sendirian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Jorong Palangkitangan, Wenda Pradana. Ia meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman dari satwa liar yang diduga masih berkeliaran di sekitar kawasan tersebut.

“Bahkan, sekolah di sini sempat diliburkan selama dua hari karena kekhawatiran para orang tua terhadap keselamatan anak-anak mereka. Namun, sejak Rabu kemarin, kegiatan belajar-mengajar sudah kembali normal, dengan catatan beberapa orang tua tetap menemani anak-anak mereka. Para guru yang sebelumnya bepergian sendiri ke sekolah kini juga berangkat dan pulang bersama,” terang Wenda.(rid)

Editor : Novitri Selvia
#BKSDA Limapuluh Kota #Jorong Puadata #Nagari Kototinggi #jejak harimau