Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Sekat Akses Taram-Subarangaia

Syamsu Ridwan • Selasa, 4 Maret 2025 | 10:30 WIB

BENCANA: Luapan Batang Mungo membanjiri wilayah Taram, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, kemarin.(BPBD LIMAPULUH KOTA FOR PADEK)
BENCANA: Luapan Batang Mungo membanjiri wilayah Taram, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, kemarin.(BPBD LIMAPULUH KOTA FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (3/3) dini hari menyebabkan meluapnya Batang Mungo di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Akibatnya, akses jalan dari Taram menuju Jorong Subarangaia, Nagari Balaipanjang, Kecamatan Larehsago Halaban sempat terputus. Luapan sungai yang deras juga mengakibatkan seekor kerbau milik warga Jorong Tanjuangateh mati terseret arus.

Selain itu, beberapa kedai di objek wisata Kapalo Banda (Wakanda) turut terendam banjir. Namun, kondisi banjir dilaporkan mulai surut dan jalan sudah dapat dilalui.

“Untuk rumah warga tidak ada yang terendam, karena yang meluap adalah Batang Mungo, bukan Batang Sinamar. Yang terendam hanya kedai-kedai di Kapalo Banda dan satu ekor kerbau milik warga yang mati terseret arus,” ungkap Wali Nagari Taram, Nanang Iskandar, Senin pagi.

Nanang menjelaskan bahwa jalan dari Nagari Taram menuju Subarangaia telah dapat dilalui karena banjir terus surut. 

”Kalau Batang Mungo yang meluap, biasanya air cepat surut. Tadi pagi saya sudah cek ke lokasi, jalan sudah bisa dilalui. Banjir atau meluapnya Batang Mungo ini terjadi dini hari tadi,” tambahnya.

Adapun jorong yang terdampak banjir di Nagari Taram adalah Jorong Tanjuangateh (Kapalo Banda) dan Jorong Parakbaru. Di kawasan Kapalo Banda, akses menuju seberang masih belum dapat dilalui.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menjelaskan bahwa Batang Mungo mulai meluap sejak pukul 07.00, akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 02.00 hingga 06.00.

“Batang Mungo memang sering meluap jika terjadi hujan deras. Namun, luapannya tidak berlangsung lama. Biasanya dalam waktu lima jam sudah surut,” ujar Rahmadinol.

Rahmadinol menambahkan, meskipun meluap hingga ke jalan, luapan Batang Mungo tidak sampai merendam rumah warga. Beberapa titik jalan yang terendam luapan sungai merupakan dataran rendah.

“Kalau Batang Mungo, Batang Sinamar, dan Batang Agam meluap secara bersamaan, barulah banjirnya berpotensi merendam rumah warga,” tukasnya. (rid)

 

Editor : Novitri Selvia
#Rahmadinol #Wisata Kapalo Banda #BPBD Limapuluh Kota #Batang Mungo Meluap #Nagari Taram #banjir #Nagari Balaipanjang