Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perangi Premanisme Berkedok Ormas, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Syamsu Ridwan • Senin, 7 April 2025 | 13:00 WIB

AKBP Syaiful Wachid. (POLRES LIMAPULUH KOTA UNTUK PADEK)
AKBP Syaiful Wachid. (POLRES LIMAPULUH KOTA UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kepolisian Resor (Polres) Limapuluh Kota menegaskan komitmennya dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kapolres Limapuluh Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syaiful Wachid, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi individu atau kelompok yang menyalahgunakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai kedok untuk melakukan tindakan premanisme.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pihak mana pun yang mencoba melakukan tindakan premanisme dengan menyembunyikan diri di balik organisasi tertentu. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegasnya, kemarin (6/4) di Mapolres Limapuluh Kota.

Sebagai langkah preventif, Polres Limapuluh Kota telah memperketat kegiatan patroli di sejumlah lokasi rawan, terutama yang berpotensi menjadi tempat praktik pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme.

Pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran menjadi target utama patroli, mengingat di wilayah tersebut sering terjadi potensi terjadinya aksi-aksi yang meresahkan.

Selain patroli rutin, pengawasan juga dilakukan secara masif di seluruh wilayah Polsek yang berada di bawah naungan Polres Limapuluh Kota.

Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan seluruh daerah dalam wilayah hukum Polres Limapuluh Kota tetap aman dan bebas dari segala bentuk kejahatan premanisme.

“Patroli ini kami tingkatkan khusus untuk mencegah praktik premanisme yang sering bersembunyi di balik nama organisasi kemasyarakatan,” jelas AKBP Syaiful Wachid.

Polres Limapuluh Kota juga melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan imbauan terkait kewaspadaan terhadap potensi premanisme.

Edukasi kepada masyarakat ini bertujuan agar warga tidak hanya mengenali, tetapi juga melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.

“Kami terus memberikan imbauan dan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi premanisme. Selain itu, kami juga aktif berdialog dengan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tambah Kapolres.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan atau menyaksikan indikasi aksi premanisme di lingkungan mereka.

“Laporan dari masyarakat sangat membantu kami dalam menindaklanjuti dan memberantas praktik premanisme yang meresahkan,” katanya.

Ia juga menambahkan, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian yang mencurigakan melalui call center Polres Limapuluh Kota di nomor 110.

Dengan kerjasama antara polisi dan masyarakat, diharapkan premanisme yang meresahkan dapat diberantas secara efektif. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#pungli #Premanisme Berkedok Ormas #polres limapuluh kota #AKBP Syaiful Wachid