PADEK.JAWAPOS.COM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan rawan Kabupaten Limapuluh Kota. Kali ini, api menghanguskan sekitar dua hektare lahan perbukitan berbatu di Jorong Tanjuang Ateh, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Minggu (8/6) sore.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD melaporkan kebakaran mulai terdeteksi pukul 15.00 WIB. Medan yang terjal dan berbatu menyulitkan upaya pemadaman.
“Kondisi malam hari sangat berisiko. Pemadaman kami hentikan sementara pada pukul 21.00 WIB dan akan dilanjutkan esok pagi dengan tambahan personel,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol.
Selain akses jalan yang sulit, area kebakaran berada di bukit dengan kemiringan tajam dan struktur batuan yang rawan longsor. “Saat tim mendekat, ada ancaman runtuhan batu. Ini sangat membahayakan petugas di lapangan,” tambahnya.
Pemadaman melibatkan gabungan personel dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, UPT KPHL Lima Puluh Kota, Polres, Kodim 0306, serta perangkat Nagari Taram.
Dua unit mobil damkar dan satu mobil tangki diterjunkan untuk mendukung upaya penanganan.
Namun, keterbatasan suplai air di medan yang terjal membuat penanganan tidak maksimal. BPBD mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi untuk menambah personel dan peralatan pemadaman.
Rahmadinol mengingatkan bahwa potensi karhutla meningkat tajam saat musim kemarau. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena berisiko memicu kebakaran besar.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Sosialisasi akan terus kami gencarkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Pemadaman dilanjutkan Senin (9/6) dengan dukungan tambahan dari Dinas Kehutanan Provinsi. Tim juga akan melakukan pemantauan lanjutan untuk mencegah titik api baru. (rid)
Editor : Novitri Selvia