Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pencurian Ternak Marak di Nagari Batu Payuang, Warga Resah

Syamsu Ridwan • Senin, 16 Juni 2025 | 14:30 WIB
MENGKHAWATIRKAN: Salah satu warga yang menjadi korban pencurian menunjukkan lokasi kandang sapi miliknya yang menjadi sasaran pencuri Sabtu malam.(DOKUMEN WARGA UNTUK PADEK)
MENGKHAWATIRKAN: Salah satu warga yang menjadi korban pencurian menunjukkan lokasi kandang sapi miliknya yang menjadi sasaran pencuri Sabtu malam.(DOKUMEN WARGA UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Aksi pencurian ternak kembali menghantui warga Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya enam ekor ternak milik warga dilaporkan hilang secara misterius di tiga jorong berbeda.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan mendalam, bahkan rasa takut di kalangan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil beternak.

Salah satu kasus paling menggemparkan terjadi di Jorong Pakan Raba’an. Seorang warga setempat, Sofian, kehilangan satu ekor sapi jenis simental miliknya secara tiba-tiba.

“Pagi-pagi, seperti biasa saya mau kasih makan sapi di kandang. Tapi waktu sampai di sana, pintu kandang sudah terbuka dan sapi sudah tidak ada. Padahal malam sebelumnya saya pastikan kandang terkunci,” ujar Sofian kepada wartawan, Minggu (15/6).

Menyadari sapinya hilang, Sofian bersama istri dan anaknya langsung berinisiatif melakukan pencarian. Mereka menyisir berbagai arah, termasuk ke wilayah sekitar Kelok Talago.

Di lokasi yang tak jauh dari menara telekomunikasi (tower) dan juga dekat dengan Kantor Polsek, Sofian menemukan tumpukan jeroan dan bercak darah.

Dugaan kuat, lokasi tersebut menjadi tempat pelaku menyembelih sapinya. “Saya temukan isi perut sapi menumpuk di sekitar tower, lengkap dengan darah dan tali pengikat. Saya yakin itu sapi saya,” ungkapnya.

Atas temuan itu, Sofian dan keluarganya segera melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Pihak Polsek Luhak pun turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan awal.

Perangkat Nagari Batu Payuang, Hari Firmasyah, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian pencurian ternak di wilayahnya.

Ia menyebut, kasus kehilangan ternak terjadi hampir bersamaan di tiga titik berbeda, yakni Jorong Pakan Raba’an, Jorong Kapalo Bukik, dan Jorong Seberang Aie.

“Data yang kami terima dari masyarakat, ada enam ekor ternak yang hilang. Empat ekor kambing dari Jorong Seberang Aie, satu ekor sapi dari Jorong Pakan Raba’an, dan satu ekor kerbau dari Jorong Kapalo Bukik,” terang Hari.

Ia menambahkan, kejadian ini bukanlah yang pertama. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat kerap melaporkan kehilangan ternak, namun hingga kini belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap.

“Sudah sering kejadian seperti ini. Bahkan ada juga kasus pencurian yang gagal karena pelaku ketahuan, tapi pelaku berhasil melarikan diri,” katanya.

Meningkatnya kasus pencurian ternak tersebut membuat warga mulai mengubah pola pemeliharaan hewan mereka. Jika sebelumnya kandang ternak diletakkan agak jauh dari rumah demi alasan kebersihan dan kenyamanan, kini banyak warga memilih memindahkan kandang lebih dekat ke rumah atau permukiman.

“Sekarang banyak warga yang takut kalau kandangnya jauh dari rumah. Takut kejadian serupa terulang. Makanya ternak dipindahkan ke dekat rumah agar lebih mudah dipantau,” jelas Hari.

Selain itu, sebagian warga juga mulai menggelar ronda secara mandiri untuk menjaga lokasi-lokasi rawan pencurian. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Batu Payuang #pencurian ternak #Lareh Sago Halaban