PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat tak melulu dilakukan melalui razia atau patroli.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Limapuluh Kota menampilkan sisi humanis institusi Polri lewat kegiatan keagamaan bertajuk Gerakan Subuh Berjamaah (GSB), yang digelar di Masjid Nurul Ikhlas, Jorong Sarilamak, Kecamatan Harau, Rabu (18/6) dini hari.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 04.50 dan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, yang hadir bersama 12 personel Satlantas lainnya.
Sekitar 50 orang jamaah dari masyarakat sekitar turut serta dalam kegiatan ini. Suasana religius dan hangat begitu terasa ketika aparat kepolisian dan warga duduk bersisian, melantunkan doa, dan menunaikan salat Subuh berjamaah dalam satu shaf.
Dalam keterangannya, Iptu Zarwiko menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan juga bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Polisi tidak hanya bertugas di jalan raya atau saat terjadi pelanggaran, tetapi juga hadir dalam kegiatan positif yang menumbuhkan rasa aman dan kekeluargaan,” ujarnya usai kegiatan.
Lebih lanjut, Iptu Zarwiko menjelaskan bahwa GSB juga menjadi bagian dari pembinaan internal bagi anggota kepolisian.
“Kami ingin anggota Satlantas tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas moral dan religius yang kuat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi, baik bagi personel kami maupun masyarakat luas,” tambahnya.
Respons masyarakat terhadap kegiatan ini pun sangat positif. Warga yang hadir menyambut baik inisiatif kepolisian tersebut. Menurut mereka, kegiatan seperti ini membuat masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat interaksi sosial antara warga dan polisi.
Usai salat Subuh, acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat dan bincang santai antara personel Satlantas dan jamaah. Momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan tertib berlalu lintas sekaligus mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga.
Gerakan Subuh Berjamaah ini direncanakan akan terus digelar secara rutin di berbagai masjid di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi jembatan emosional yang memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ungkap Iptu Zarwiko.
Ia menambahkan, melalui pendekatan religius dan humanis, Satlantas Polres Limapuluh Kota ingin membuktikan bahwa polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi juga sahabat masyarakat, pengayom, dan pelayan dalam arti yang sebenarnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia