PADEK.JAWAPOS.COM-Sebuah kecelakaan tunggal menggemparkan warga dan pengguna jalan di ruas Jalan Payakumbuh–Lintau, tepatnya di Jorong Aia Randah, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (9/7) pagi.
Sebuah truk Hino tiba-tiba terjun bebas ke jurang sedalam sekitar 10 meter pada pukul 08.45, tepat saat melewati salah satu tikungan tajam yang dikenal rawan kecelakaan. Ajaibnya, sang sopir selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.
Dari laporan awal yang diterima Satuan Lalu Lintas Polres Payakumbuh, truk yang belum diketahui nomor polisinya itu dikemudikan oleh Yulisar, warga setempat.
Truk datang dari arah Payakumbuh menuju Lintau. Namun saat melintasi Kelok Talago, tiba-tiba bagian kabin depan truk terlepas dari rangka utama.
Akibat lepasnya kabin, sistem pengereman kendaraan tidak lagi berfungsi. Truk pun kehilangan kendali, oleng ke sisi kiri jalan, dan langsung terperosok ke dalam jurang yang dipenuhi semak belukar serta pepohonan lebat di bawahnya.
“Truk kehilangan kendali setelah kabin depannya lepas. Akibatnya rem tidak bisa difungsikan dan truk langsung masuk ke jurang di sisi jalan,” ungkap Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, melalui Kasat Lantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman, kepada Padang Ekspres.
Beruntung, Yulisar selamat tanpa luka. Namun hingga Rabu sore, bangkai truk masih berada di dasar jurang karena kondisi medan yang sulit. Proses evakuasi harus menunggu alat berat yang sedang dalam perjalanan ke lokasi.
“Pengemudi dalam keadaan sehat. Untuk evakuasi, kami masih menunggu alat berat karena posisi truk cukup dalam dan tidak memungkinkan dilakukan secara manual,” tambah AKP Yuliarman.
Peristiwa ini menjadi tontonan warga. Puluhan pengendara sempat berhenti untuk melihat kondisi truk yang terguling di dasar jurang. Lalu lintas di ruas Payakumbuh–Lintau sempat tersendat karena banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan.
Menurut kepolisian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp3 juta, terutama dari kerusakan pada bagian depan dan bawah truk.
Satlantas Polres Payakumbuh masih melakukan penyelidikan dan pencatatan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengingatkan seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem rem dan kabin, sebelum melintasi jalur ekstrem seperti di Lareh Sago Halaban.
“Penting bagi pengemudi untuk melakukan pengecekan rutin. Jangan abaikan kondisi rem dan kabin, apalagi saat melintasi jalan menurun dan berkelok seperti ini,” tegas AKP Yuliarman.
Sementara itu, Kapolsek Luhak, Iptu Isral, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyoroti bahwa lokasi kecelakaan berada di Kelok Talago, titik yang memang dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan karena kondisi jalannya yang ekstrem.
“Dari pantauan kami, lokasi ini memang sering terjadi kecelakaan karena kontur jalannya yang menikung tajam. Kami tidak henti-hentinya mengimbau para pengendara untuk lebih waspada agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Hingga Rabu sore, proses evakuasi masih berlangsung dan menjadi tontonan warga sekitar. Medan curam dan padatnya semak di dasar jurang menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi yang bekerja keras mengangkat bangkai truk dari lokasi kejadian. (rid)
Editor : Novitri Selvia