PADEK.JAWAPOS.COM-Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Kobaran api melahap area lereng yang dipenuhi rumpun bambu di Jorong Ikua Parit, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, pada Senin malam (18/8). Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai setengah hektare.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Limapuluh Kota, Wiwing, mengungkapkan bahwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim pemadam segera bergerak menuju lokasi.
“Setelah mendapat laporan, sekitar lima menit paling lama kami sudah sampai di lokasi,” jelasnya kepada Padang Ekspres, Selasa (19/8).
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Lokasi kebakaran yang berada di lereng dengan akses jalan utama yang terbatas menyebabkan mobil pemadam tidak dapat mendekati titik api. Petugas terpaksa mengulur selang cukup jauh untuk menjangkau area yang terbakar.
“Pemadamannya sebenarnya sebentar, tapi karena selang tidak sampai ke lokasi, kita butuh waktu. Akhirnya, sekitar satu jam kemudian api baru benar-benar padam,” tambahnya.
Lahan yang terbakar merupakan tebing dengan vegetasi bambu. Meski tidak terdapat bangunan di sekitar titik awal kebakaran, lokasi tersebut berada cukup dekat dengan permukiman warga.
Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran api ke rumah-rumah. “Kalau tidak cepat dipadamkan, apinya bisa mengancam rumah-rumah yang ada di dekat situ. Apalagi dengan cuaca kemarau seperti sekarang,” ujarnya.
Untuk memperkuat personel di lapangan, Damkar Posko Suliki mendapat bantuan dari tim Posko Mungka. Operasi pemadaman tercatat dimulai pukul 20.23 dan berlangsung hingga api benar-benar berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material besar dalam kejadian ini.
“Kendalanya jelas, lokasi di lereng bukit dan jauh dari tempat mobil. Jadi harus mengulur selang panjang dan menghabiskan waktu. Tapi yang penting api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ungkap Wiwing.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama musim kemarau. Vegetasi seperti rumput kering dan rumpun bambu sangat mudah terbakar. (rid)
Editor : Novitri Selvia