Kepala Jorong Tepi, Salmi, menyampaikan bahwa hingga hari keempat sejak kemunculan, kondisi lubang relatif stabil. Namun, masih terjadi penambahan runtuhan sekitar satu meter pada bagian bibir lubang. Di bagian dalam lubang juga terlihat aliran air dengan arus cukup kuat yang terus menggerus tanah.
Menurutnya, peristiwa tersebut telah menimbulkan kerugian bagi petani karena sejumlah areal sawah tidak lagi bisa digarap. Risiko gagal panen pun semakin besar akibat lokasi dinilai tidak aman untuk aktivitas pertanian.
“Untuk sementara aktivitas pertanian terhenti karena lokasi dinilai berbahaya. Kami minta warga tidak mendekat,” ujar Salmi.
Ia menambahkan, tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat telah turun langsung meninjau lokasi. Saat ini, tim masih melakukan analisis terhadap penyebab munculnya lubang dan potensi pergerakan tanah susulan.
Potensi runtuhan lanjutan masih mungkin terjadi, mengingat adanya gerusan tanah di bagian dalam lubang. Untuk itu, pihak jorong bersama aparat nagari dan instansi terkait melakukan pengawasan ketat di sekitar lokasi.
Masyarakat juga telah diimbau agar tidak melintas atau beraktivitas di sekitar area sinkhole, sembari menunggu hasil kajian lanjutan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya. (rid)
Editor : Adetio Purtama