Kepala SMAN 1 Lareh Sago Halaban, Masdal Fitri, mengatakan saat ini sekolahnya memiliki sebanyak 956 peserta didik yang terbagi dalam 28 rombongan belajar. Namun, hingga sekarang program MBG belum menjangkau sekolah tersebut.
”Untuk Makan Bergizi Gratis, sampai saat ini sekolah kami belum menerima manfaatnya,” ujar Masdal Fitri saat diwawancarai.
Meski demikian, pihak sekolah selama ini telah melaksanakan kegiatan serupa dalam rangka mendukung pola hidup sehat melalui Program Gerakan Sekolah Sehat. SMAN 1 Lareh Sago Halaban juga merupakan sekolah binaan nasional dalam program sekolah sehat.
”Salah satu program yang kami jalankan adalah BBM Dharma, atau bawa bekal dari rumah. Siswa membawa bekal makan siang dari rumah lengkap dengan tempat makan dan tempat minum,” jelasnya.
Menurut Masdal Fitri, program tersebut bertujuan untuk membiasakan peserta didik mengonsumsi makanan sehat dan higienis. Namun, pihak sekolah tetap berharap agar program MBG dapat diterapkan di sekolahnya seperti yang telah berjalan di Kota Payakumbuh.
”Berdasarkan informasi yang kami terima, di kota hampir 100 persen sekolah sudah menerima MBG. Sementara sekolah kami belum, tentu kami berharap juga bisa mendapatkan manfaat yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, jika program MBG terealisasi, diharapkan dapat membantu siswa yang selama ini membawa bekal dari rumah agar lebih terfasilitasi dengan asupan gizi yang terstandar.
”Harapan ini tidak hanya datang dari pihak sekolah, tetapi juga dari siswa, guru-guru, serta masyarakat, khususnya orang tua murid. Mereka sering menanyakan kapan sekolah ini bisa menerima MBG seperti sekolah-sekolah lainnya,” tutup Masdal Fitri. (*)
Editor : Eri Mardinal