Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemendikdasmen Tambah Smart TV Sekolah, Dorong Digitalisasi Pendidikan

Syamsu Ridwan • Senin, 20 April 2026 | 10:35 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Bupati Limapuluh Kota Safni saat peresmian salah satu TK di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (17/4). (SY RIDWAN/PADEK)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Bupati Limapuluh Kota Safni saat peresmian salah satu TK di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (17/4). (SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menambah alokasi Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital di berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Rencana ini diungkapkan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti di sela-sela peresmian revitalisasi satuan pendidikan di TK Aisyiyah Komplek Perguruan Hj. Yuliana, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (17/4).

Menurut Abdul Mu’ti, penambahan perangkat yang sering disebut Smart TV ini bertujuan untuk memaksimalkan proses belajar mengajar (PBM).

Saat ini, sebagian besar sekolah baru memiliki satu unit IFP. Ke depannya, pemerintah menargetkan tiap sekolah setidaknya memiliki dua hingga tiga unit.
“Rencananya penambahan IFP akan kita mulai tahun ini. Saat ini sedang proses pengajuan anggaran, sehingga pada tahun ajaran baru nanti, insya Allah sebagian sudah bisa kita distribusikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan program digitalisasi ini berjalan paralel dengan proyek revitalisasi fisik bangunan sekolah. Untuk tahun 2026, anggaran revitalisasi telah dialokasikan dan akan mendapat dukungan tambahan dari Presiden untuk menyasar 60 ribu satuan pendidikan.

Penggunaan IFP dinilai membawa dampak signifikan dalam menciptakan ekosistem belajar yang interaktif. Perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai layar, tetapi juga sebagai alat bantu guru dalam memvisualisasikan materi pembelajaran secara modern.

“Karena ada sekolah yang sudah dapat satu unit, maka kita tambah dua hingga tiga lagi. Jadi, sebagian besar sekolah nantinya akan memiliki tiga unit IFP untuk mendukung pembelajaran maksimal,” tambah Mendikdasmen.

Bupati Limapuluh Kota Safni menyatakan rasa terima kasihnya kepada Presiden dan Mendikdasmen atas perhatian besar terhadap kualitas pendidikan di daerah.

“Ini adalah terobosan luar biasa. Kami merasa bangga karena IFP ini sangat memudahkan peserta didik dan tenaga pengajar dalam berinteraksi,” ungkap Safni.

Bupati juga menaruh harapan besar agar program ini terus berkelanjutan di masa mendatang. “Harapan kita tentu ke depannya setiap ruang kelas bisa memiliki fasilitas ini secara mandiri, sehingga digitalisasi benar-benar merata,” pungkasnya. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#Smart TV Sekolah #interactive flat panel #Digitalisasi Pendidikan #kemendikdasmen