Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembangunan Huntap Korban Bencana segera Dimulai

Syamsu Ridwan • Senin, 22 Juni 2026 | 08:25 WIB
Pembangunan di Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.
Pembangunan Huntap di Limapuluh Kota dimulai di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026), ditandai peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memastikan pemba­ngunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana terus menunjukkan progres yang positif. Saat ini, proses penyera­han lahan untuk pembangunan hunian tersebut hampir rampung sehingga pelaksanaan pembangunan fisik diperkirakan segera dilakukan.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, me­nga­­takan bahwa salah satu ta­ha­pan penting dalam program pembangunan hun­tap, yakni penyediaan dan penyerahan lahan, telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Ya, huntap kita memang pertama dari segi penyerahan lahan itu sudah hampir fix semuanya. Sehingga nanti tinggal dikerjakan saja lagi, ujar Ahlul Badrito Resha.

Menurutnya, penyelesaian proses administrasi dan kesiapan lahan menjadi langkah krusial agar pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana dapat berjalan sesuai jadwal. Pemerintah daerah juga terus me­la­kukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan program tidak me­ngalami hambatan di lapangan.

Program pembangunan Hun­tap Mandiri tersebut sebelumnya telah resmi dimulai melalui pembangunan rumah contoh yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Jo­rong Lubuak Aua, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, pada 15 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, wali nagari, perwakilan PT Semen Padang, pihak perbankan, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Rus­tian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendu­kung upaya penanganan pasca­bencana di daerah, termasuk pe­nyediaan hunian tetap yang la­yak bagi ma­sy­a­rakat terdampak.

Pembangunan rumah da­lam program Huntap Mandiri menggunakan material sepa­block produksi PT Semen Pa­da­ng yang dinilai memiliki kua­li­tas dan ketahanan yang sesuai d­e­ngan standar bangu­nan aman dan layak huni.

Selain mendukung pembangunan fisik, pemerintah pusat juga mendorong percepatan penyampaian laporan teknis dari pemerintah daerah agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan tepat waktu serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Program Huntap Mandiri dirancang sebagai model pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Konsep tersebut diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pe­mulihan pascabencana dengan menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi warga terdampak.

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, sebelumnya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan ma­syarakat dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menurutnya, koordinasi yang kuat serta semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam setiap ta­hapan penanganan bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga pembangunan kem­bali kawasan terdampak.

Sementara itu, Kepala Pe­lak­sana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lima­puluh Kota, Zaimar Ha­kim, melaporkan bahwa seba­nyak 47 unit rumah kategori rusak berat akan dibangun kem­bali melalui program Huntap Man­diri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 unit akan dibangun di Kecamatan Bukit Barisan, 12 unit di Kecamatan Gunuang Omeh, dan satu unit di Kecamatan Suliki.

Rumah contoh Huntap Man­diri yang telah dibangun berada di atas lahan milik salah seorang warga terdampak bencana, Epi Diar (53), di Jorong Lu­buak Aua, Nagari Koto Tinggi. Pembangunan tersebut di­du­kung melalui pendanaan BNPB dengan melibatkan PT Semen Padang sebagai mitra pelaksana di lapangan. Dengan hampir rampungnya proses penyerahan lahan, Pemerintah Kabupaten Li­ma­puluh Kota optimistis pem­bangu­nan puluhan unit hunian tetap bagi korban bencana dapat segera direalisasikan. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#Huntap Limapuluh Kota #huntap