PADEK.JAWAPOS.COM-UPT SMPN 3 Sungayang kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kabupaten Tanah Datar.
Melalui kerja keras peserta didik, pembina, serta dukungan seluruh warga sekolah, SMPN 3 Sungayang berhasil meraih Juara I Cabang Tari Kreasi, Juara III Cabang Mendongeng, dan Harapan I Cabang Musik Tradisional.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa SMPN 3 Sungayang tidak hanya berkomitmen meningkatkan kualitas akademik peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan bakat, minat, dan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya.
Prestasi tertinggi diraih pada cabang Tari Kreasi. Tim tari SMPN 3 Sungayang tampil memukau di hadapan dewan juri dengan menyuguhkan karya yang kreatif, menarik, serta sarat nilai budaya Minangkabau.
Berkat penampilan tersebut, SMPN 3 Sungayang berhasil meraih Juara I tingkat Kabupaten Tanah Datar dan berhak melaju ke tingkat Provinsi. Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Yenni Elyza, M.Sn., guru Seni Budaya SMPN 3 Sungayang yang juga merupakan pegiat seni.
Dengan pengalaman dan dedikasinya di dunia seni pertunjukan, Yenni Elyza membimbing para peserta secara intensif, mulai dari proses pencarian ide, pengembangan gerak, hingga penyempurnaan penampilan di atas panggung.
Tim Tari Kreasi SMPN 3 Sungayang terdiri atas Habiburrahman (Kelas VII.1), Chicco Arsyad Algaffar (Kelas VII.1), Muhammad Gilang Adnan (Kelas VII.1), Kirana Sabela (Kelas VIII), dan Jhazirah Fitri (Kelas VIII).
Kelima siswa tersebut menunjukkan semangat, disiplin, dan kerja sama yang luar biasa selama proses latihan sehingga mampu menghasilkan penampilan terbaik yang mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri.
Selain sukses di cabang Tari Kreasi, SMPN 3 Sungayang juga meraih Juara III Cabang Mendongeng. Prestasi tersebut diraih oleh Alingka Maharani, siswi kelas VIII, yang tampil penuh percaya diri dan berhasil memukau dewan juri melalui kemampuan bertutur yang baik, penguasaan ekspresi yang kuat, serta penyampaian cerita yang komunikatif dan menarik.
Keberhasilan Alingka tidak terlepas dari bimbingan Aidil Isa, S.Hum., Gr., guru Bahasa Indonesia UPT SMPN 3 Sungayang. Sebagai pembina, ia memberikan pendampingan secara intensif dalam penguasaan materi, teknik vokal, intonasi, ekspresi, serta penghayatan cerita.
Berkat latihan yang konsisten, Alingka mampu menunjukkan kemampuan mendongeng yang membanggakan dan mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten.
Sementara itu, pada cabang Musik Tradisional, SMPN 3 Sungayang berhasil meraih predikat Harapan I. Tim musik tradisional sekolah menampilkan permainan musik yang harmonis dan penuh semangat dengan tetap mengangkat unsur budaya lokal Minangkabau.
Tim Musik Tradisional SMPN 3 Sungayang terdiri atas Vino Mardiansyah (Kelas VII.2), Farhan Hendrianto (Kelas VII.2), Bani Baiti (Kelas VII.2), dan Kania Adinda Natasya (Kelas VIII).
Meskipun menghadapi persaingan yang cukup ketat, mereka mampu menunjukkan kemampuan musikal yang baik serta kekompakan dalam membawakan karya yang ditampilkan.
Pembinaan cabang Musik Tradisional dilakukan oleh Syafrialdi, S.Sn., seorang pelaku seni yang telah lama berkecimpung di dunia kesenian tradisional Minangkabau.
Berbekal pengalaman yang dimiliki, Syafrialdi memberikan pelatihan teknik permainan musik, membangun kekompakan kelompok, serta menanamkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam musik tradisional.
Syafrialdi, S.Sn., bersama istrinya, Yenni Elyza, M.Sn., dikenal sebagai pasangan pegiat seni yang aktif mengembangkan dan melestarikan seni budaya Minangkabau. Keduanya membina Sanggar Seni Sari Bunian yang berlokasi di Nagari Andaleh Baruh Bukik.
Sanggar tersebut menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tari, musik tradisional, serta berbagai bentuk kesenian lainnya.
Melalui Sanggar Seni Sari Bunian, banyak anak dan remaja memperoleh kesempatan untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan kemampuan seni mereka.
Kontribusi pasangan pegiat seni tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pembinaan peserta didik SMPN 3 Sungayang sehingga mampu meraih prestasi dalam berbagai ajang seni dan budaya.
Kepala UPT SMPN 3 Sungayang, Elyandi R, S.Pd., Kons., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta didik, guru pembina, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan kolaborasi yang baik antara sekolah, peserta didik, serta para pembina.
Ia menegaskan bahwa ajang FLS3N bukan sekadar wadah kompetisi bagi peserta didik, melainkan juga sarana untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, dan semangat untuk terus berkarya.
Prestasi yang diraih SMPN 3 Sungayang pada FLS3N 2026 menjadi bukti bahwa pengembangan bakat nonakademik memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki serta berani tampil dan berprestasi di berbagai bidang.
Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan para pegiat seni yang berdedikasi, SMPN 3 Sungayang optimistis dapat terus mencetak prestasi yang lebih gemilang pada masa mendatang.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian seni budaya Minangkabau melalui generasi muda yang kreatif, berbakat, dan berkarakter. (*)
Editor : Novitri Selvia