Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kepulauan Mentawai, Hendri menyebutkan, pencarian korban mulai dilakukan pada Minggu (17/01/2021) malam setelah mendapat laporan dari salah seorang anak korban.
“Kita mendapat laporan pukul 20.40 yang dilaporkan sendiri oleh anak korban. Pukul 20.45 tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi pencarian sekitar Teluk Mapadegat,” ungkapnya.
Dari keterangan keluarga korban, kata Hendri, telepon seluler korban tidak bisa dihubungi semenjak pukul 14.00. Siang itu kondisi badai kencang yang melanda perairan laut Sipora disertai hujan ringan.
“Pada saat badai, perahu korban terbalik dan terbawa arus. Korban memilih tetap bertahan di atas punggung longboat yang sudah terbalik tersebut, sampai akhirnya ditemukan oleh longboat yang tengah melaju menuju Sikakap,” ungkapnya.
Kepala KPP Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan, kondisi nelayan Mapadegat saat ditemukan dalam keadaan sehat. Korban mengalami kelelahan karena bertahan lebih kurang 17 jam di atas punggung perahu sepanjang 7 meter tersebut.
“Saat ini, korban sudah dijemput oleh pihak keluarga,” katanya.
Dia menghimbau, agar masyarakat yang menggunakan mobilitas laut dapat memperhatikan kondisi cuaca. (rif) Editor : Novitri Selvia