“Masa jabatan saya optimal hanya tinggal 1 tahun ke depan, karena bertepatan dengan Pilkada serentak yang nantinya dilanjutkan oleh Penjabat Bupati hingga 2024 mendatang. Untuk itu, kita akan genjot lanjutan pembangunan Trans Mentawai, khususnya di wilayah Pulau Siberut,” ungkapnya.
Walaupun begitu, dia mengakui, pembangunan Trans Mentawai tidak akan tuntas pada masa jabatannya tersebut. Namun, dia berharap, pembangunan Trans Mentawai dapat dilanjutkan oleh bupati.
Menurut dia, saat ini, pembangunan Trans Mentawai khusus wilayah Pulau Sipora sudah hampir 80 persen. Begitu juga halnya untuk jalan Trans Mentawai Pulau Pagai Utara-Selatan. Yang masih belum optimal, kata dia, yakni, Trans Mentawai Pulau Siberut.
“Tahun ini, kita juga dapat anggaran pembangunan dari pusat melalui Pemerintah Provinsi untuk pembangunan Trans Mentawai sebesar Rp 716 miliar. Anggaran ini, lebih difokuskan pada pembangunan jalan Pantai Barat Pulau Siberut, yakni jalan Betaet, Siberut Barat ke Taileleu, Siberut Barat Daya yang merupakan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mentawai, Elfi, didampingi sekretaris DPUPR, Asmen Simanjorang mengatakan, bahwa, saat ini, tengah pengerjaan pembangunan Trans Mentawai Sarereket-Matotonan. Dia mengatakan, selain pembangunan jalan pantai barat Pulau Siberut juga melanjutkan jalan Trans Mentawai di timur Pulau Siberut dan pulau yang lainnya.
“Tahun ini akan dilanjutkan Trans Mentawai secara keseluruhan. Soal lahan yang di pantai barat Siberut masih berproses. Jadi untuk tahun 2021 ini, dimulai dulu lahan yang tidak bermasalah baik di timur maupun di barat Siberut,” ungkapnya. (rif) Editor : Novitri Selvia