Motif pelaku yang merupakan salah satu kru atau karyawan di salah satu resort dan masih berstatus singel tersebut takut diketahui oleh orang lain termasuk teman lelakinya sendiri.
“Pelaku pembuang bayi sudah kita ungkap. Pelaku juga merupakan salah satu kru resort di Pulau Awera. Berdasarkan informasi yang kita dapat, tidak ada satupun rekan-rekan pelaku mengetahui kalau yang bersangkutan tengah hamil, termasuk teman lelakinya. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mentawai, Iptu Doni Putra, Kamis (15/9).
Dia mengatakan, pelaku sengaja membuang anaknya usai melahirkan sendirian di salah satu kamar mandi kru resort Selasa (13/9) dini hari. Bahkan, kata dia, rekan sekamarnya juga tidak mengetahui kejadian tersebut. Mereka hanya menemukan gumpalan darah dan bau amis di dalam kamar mandi.
Pelaku, kata dia, juga tidak pernah memberitahu kepada seorang pun bahwa dirinya tengah hamil. Untuk mengelabui rekannya, pelaku sehari-hari sering mengenakan daster. Di samping itu, kata dia, kondisi tubuh pelaku juga tidak jauh berubah dari biasa. Sehingga tidak tampak bahwa pelaku sedang hamil.
“Sebelum dimintai keterangan, pelaku terlebih dahulu dibawa ke dokter spesialis kandungan untuk dilakukan visum etrepertum dan USG serta dipertemukan dengan bayinya yang masih berada di dalam ruang inkubator. Saat ini kita masih lakukan pemeriksaan-pemeriksaan dulu. Langkah hukum berikutnya nanti dikabari,” ungkapnya.
Menurut dia, ada kemungkinan penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. Namun, saat ini, kata dia, yang menjadi prioritas utama yakni keselamatan bayi dan bisa berkumpul dengan orangtuanya dulu. Untuk langkah ke depannya, kata dia, masih belum bisa disampaikan.
“Ada kemungkinan, (penyelesaian secara kekeluargaan, red). Tapi yang kita utamakan pertama kali bayi tersebut selamat dan bisa berkumpul dengan orangtuanya dulu. Sekarang kita masih fokus mendalami perkaranya dulu. Untuk langkah hukum berikutnya kita lihat dulu kondisi anaknya mudah-mudahan semakin sehat dan diizinkan pulang oleh medis, karena sekarang bayinya masih di inkubator RSUD,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (DSP3A) Kepulauan Mentawai, Candra Dewi, Kamis (15/9) mengatakan, pihaknya masih terus memonitor perkembangan bayi. Dia mengatakan, saat ini sudah mendapat ASI dari orangtuanya tersebut.
“Sekarang, orangtuanya, sudah menyusui anaknya tersebut di RSUD. Kita terus memantau perkembangannya. Fokus utama kita dulu, pada pemulihan kondisi anak. Sebab, kondisi anak saat ini masih memiliki tali pusat yang belum dipotong. Ketika mengetahui kejadian, kita juga langsung mengecek ke RSUD. Namun, waktu itu tidak bisa diizinkan karena kondisi anak masih dalam inkubator,” ungkapnya.
Menurut dia, sebelumnya ada langkah atau upaya yang ingin mengadopsi anak tersebut. Hal itu juga kata dia, memang menjadi ranah dari Dinas Sosial untuk memfasilitasinya. Pelaku atau orangtua bayi juga sudah mengakui perbuatannya.
Saat ini, kondisi masih dalam perawatan di RSUD dan pendalaman lebih lanjut dari Polres Kepulauan Mentawai. Sebelumnya, warga Mentawai dihebohkan dengan penemuan bayi dekat salah satu resor di pulau Awera pada Selasa, (13/9), sekitar pukul 06.00 oleh salah seorang kru resort tersebut. (rif) Editor : Novitri Selvia