Beruntung keempat orang suvivor tersebut berhasil selamat setelah tim Sar Kepulauan Mentawai membantu evakuasi penyelamatan di dekat perairan Batutongga sekitar 15 menit menuju Dermaga Tuapejat.
Kepala Kantor Sar Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan informasi kecelakaan tersebut dilaporkan oleh Sesilia Zebua warga masyarakat setempat. Long boat tersebut berangkat dari Pei-Pei tujuan Tuapejat sekitar pukul 07.00 dengan estimasi perjalanan lebih kurang satu setengah jam.
“Namun, didalam perjalanannya, mesin long boat kapasitas 5 PK mengalami kerusakan mesin. Penumpang long boat sempat terkatung-katung di perairan Selat Bungalaut antara Pulau Sipora dan Pulau Siberut dalam kondisi gelombang yang cukup besar. Untung mereka masih memiliki pendayung,” ungkapnya.
Barulah, ketika sudah hampir dekat dengan Tuapejat dan mendapatkan signal telekomunikasi mereka memberikan kabar kepada saudara mereka. Oleh pihak keluarga, melaporkan informasi kecelakaan kapal mati mesin tersebut ke kantor Sar Kepulauan Mentawai.
“Alhamdulillah, ke empat suvivor dan satu orang di antaranya berusia lima tahun berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.15 menggunakan perahun RIB Sar. Long boat yang mereka gunakan, ditarik menggunakan Kapal RIB Sar ke Dermaga Tuapejat. Seluruh suvivor dalam kondisi sehat, hingga akhirnya kita serahkan kepada pihak keluarga di Tuapejat,” katanya.
Akmal mengatakan, saat dievakuasi keseluruh penumpang sudah berada di dekat perairan Tuapejat dan tidak sulit untuk operasi Sar. Saat evakuasi, kata dia, kondisi cuaca hujan ringan dan ketinggian gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter. Kondisi angin, saat itu, kecepatan angin yakni, 2 knot sampai 15 knot.
“Saat ini, suvivor yang terdiri dari Nduru, 50, Andres, 31, Justin, 32 dan Evilio, sudah kita serahkan kepada pihak keluarga di Tuapejat. Kita terus mengimbau masyarakat pengguna transportasi laut agar terus memerhatikan kondisi keselamatan sebelum berlayar. Terutama mengecek kondisi mesin sebelum beroperasi,” pungkasnya. (rif) Editor : Novitri Selvia