Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mentawai Bakal Panen Raya Cengkih, Harga Jual Mulai Membaik

Novitri Selvia • Rabu, 4 Januari 2023 | 12:12 WIB
Ilustrasi.(NIKANOR FOR PADEK)
Ilustrasi.(NIKANOR FOR PADEK)
Memasuki awal tahun 2023 ini varietas cengkih bakal memberikan angin segar bagi para petani di Kepulauan Mentawai. Pasalnya, selain kondisi buah cengkih yang relatif stabil, harga jual varietas cengkih kering di pasaran saat ini juga sangat baik. Yakni mencapai Rp 110 ribu per kilogram hingga Rp 120 ribu per kilogram.

Suriadi, salah seorang pemilik lahan cengkih di Tuapejat, Selasa, (3/1) mengatakan, mulai bulan Januari 2023 ini, petani cengkih di Mentawai bakal memiliki semangat untuk memanen cengkih. Dimana, harga jual cengkih kering tahun ini cukup baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Petani cengkih tahun ini akan beramai-ramai memanen cengkih. Karena hampir setiap warga asli Mentawai dan sejumlah pendatang memiliki kebun cengkih. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang banyak dikulikan ke orang lain, karena jual yang rendah. Bahkan, ada yang sengaja membiarkan tanaman cengkih dipanen orang, tanpa bagi hasil sama sekali,” ujarnya.

Menurut dia, panen komoditi cengkih tahun ini akan memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat petani cengkih di Kepulauan Mentawai. Dia mengatakan, sudah hampir dua tahun lamanya harga jual cengkih kering berada di atas Rp 50 ribu hingga 70 ribu per kilogram saja. Dia berharap, harga jual cengkih kering saat ini, tidak mempengaruhi ketika cengkih melimpah.

Redi, 36, petani cengkih lainnya di Tuapejat mengatakan, musim panen cengkih di Mentawai akan dimulai pada pertengahan Januari 2023. Dia mengatakan, saat itu, kondisi buah cengkih sudah siap untuk dipanen. Meski, kata dia, sebagian petani sudah mulai panen semenjak Desember 2022 lalu dengan sistem memilih.

“Sebetulnya, pada Desember 2022 kemarin, sudah ada sebagian petani cengkih yang mulai melakukan pemilihan buah, namun, belum banyak. Nah, di pertengahan Januari 2023 dan awal Februari 2023 nantinya, semua petani cengkih sudah bakal panen secara menyeluruh. Tentunya, dengan harga yang baik saat ini, akan menambah semangat petani cengkih di Mentawai,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura mengatakan, bahwa potensi cengkih di Mentawai sangat baik. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, harga jual cengkih memang cukup merosot. Nah, tahun ini, kata dia, petani cengkih di Kepulauan Mentawai bakal semangat lagi untuk memanen cengkih sebagai salah satu varietas unggulan di Mentawai.

“Tentunya, kita bersyukur. Karena nilai jual cengkeh di pasaran tahun ini cukup bagus. Dampaknya, juga akan dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat Mentawai itu sendiri. Mudah-mudahan, harga cengkih bisa terus naik atau minimal stabil. Untuk rata-rata satu batang pohon cengkih di Mentawai bisa menghasilkan 20 kilogram cengkih kering dalam satu kali musim panen,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, varietas cengkih Mentawai sendiri sudah terbukti kualitasnya sejak lama. Hal itu, juga dibuktikan dengan varietas cengkih jenis Sansibar yang sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Pertanian.

Di Mentawai sendiri, kata dia, selain varietas cengkih jenis Sansibar, juga ada Sikotok dan Siputih. Sebaran cengkih Sansibar sendiri, kata dia, hampir merata di seluruh wilayah Mentawai, terutama di Pulau Siberut dan Pulau Sipora. (rif) Editor : Novitri Selvia
#Hatisama Hura #panen raya #cengkih #Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai