Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Mentawai Jumat (3/10), Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan pentingnya peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan, persatuan, dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Majid menyampaikan bahwa Rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi juga wujud identitas nasional yang harus dijaga bersama.
“Untuk itu, BI mendorong masyarakat Mentawai agar senantiasa menggunakan Rupiah dalam setiap kegiatan ekonomi dan memanfaatkan transaksi digital melalui QRIS. Sejalan dengan nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, BI mengajak seluruh pihak untuk memperkuat penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh NKRI,” ujarnya dalam pers relis Jumat (17/10).
Dalam kesempatan tersebut, KPwBI Sumbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mentawai juga menandatangani komitmen bersama penggunaan Rupiah sebagai alat transaksi resmi di daerah.
Langkah ini bertujuan memperkuat stabilitas ekonomi dan mengurangi risiko yang timbul akibat penggunaan mata uang asing di wilayah kepulauan.
Kepala Perwakilan BI menegaskan tiga poin penting dalam komitmen tersebut, yakni seluruh transaksi di Kabupaten Kepulauan Mentawai wajib menggunakan Rupiah, pelaku usaha dilarang menerima pembayaran dengan mata uang asing dan wisatawan mancanegara diwajibkan menukarkan uangnya ke Rupiah sebelum bertransaksi.
“Rupiah adalah lambang kedaulatan bangsa. Melalui penguatan pemahaman dan komitmen bersama ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas ekonomi di Mentawai berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai nasional,” ujar Mohamad Abdul Majid Ikram.
Selain memperkuat literasi Rupiah, BI Sumbar juga menunjukkan dukungan konkret terhadap peningkatan layanan energi dan pembangunan ekonomi lokal di Mentawai melalui penyerahan hibah dua unit mesin genset kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Hibah diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Sumbar kepada Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai ke-26 (3/10) yang digelar di Gedung Serbaguna Bappeda KM 4 Tuapejat.
Dua unit genset berkapasitas masing-masing 500 KVA dengan merek Deutz BF8M 1015 CP tersebut merupakan pengadaan tahun 2006 yang masih dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Baca Juga: Kambing Etawa Jadi Harapan Baru Ekonomi Warga Kampung Padayo
Bupati Kepulauan Mentawai menyampaikan apresiasi kepada BI Sumbar dan PLN Sumbar yang turut mendukung pengoperasian genset tersebut.
Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat dalam mengatasi kendala listrik di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur energi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan listrik serta mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga jaringan listrik, antara lain dengan tidak menanam pohon tinggi di sekitar jalur tegangan tinggi.
Kehadiran Forkopimda, PLN, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan sinergi lintas lembaga dalam memperkuat pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan Mentawai bukan hanya destinasi wisata dunia, tetapi juga teladan nasional dalam menjaga Rupiah,” pungkas Mohamad Abdul Majid Ikram sejalan dengan semangat Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN). (eni/rel)
Editor : Adetio Purtama