PADEK.JAWAPOS.COM--Kasus perundungan atau bullying yang terjadi di salah satu sekolah di Padang menjadi sorotan publik setelah adanya korban yang harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk legislatif daerah.
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, meminta seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah kasus serupa terulang kembali.
Menurutnya, kasus yang mencuat ke publik saat ini berpotensi hanya sebagian kecil dari fenomena yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekolah. Ia menilai, tidak tertutup kemungkinan masih banyak praktik bullying yang belum terungkap.
Baca Juga: Dari SMKN 6 Padang ke Nasional, Florencia Sabet Juara 1 Storytelling 2026
“Ini yang terbuka ke permukaan. Bukan tidak mungkin hal-hal seperti ini banyak terjadi, tapi kita tidak tahu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Mastilizal mengungkapkan bahwa sejumlah kasus bullying bahkan berujung pada kondisi serius hingga korban harus mendapatkan perawatan medis. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari pihak sekolah, terutama guru.
“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Perlu pengawasan yang melekat dari guru,” tegasnya.
Baca Juga: Guru: Refleksi Diri dan Problem Keteladanan
Politisi dari Partai Gerindra tersebut juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Ia menilai pendidikan etika dan perilaku seharusnya dimulai sejak di rumah sebelum anak berinteraksi di lingkungan sekolah.
“Pada dasarnya anak-anak itu dibekali dari rumah. Ketika terjadi di sekolah, orang tua pelaku maupun korban harus didekatkan. Tidak selamanya anak berada di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, praktik bullying tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung di luar sekolah. Karena itu, peran orang tua dalam mengedukasi anak dinilai sangat krusial untuk mencegah perilaku menyimpang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 15 April 2026, Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah
“Agar tidak meluas, orang tua perlu mengedukasi anak-anak di rumah agar punya etika terhadap sesama, guru, dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Lebih jauh, Mastilizal mengingatkan bahwa kasus bullying berpotensi menjadi persoalan besar jika tidak ditangani sejak dini. Ia mengibaratkan fenomena ini sebagai “gunung es” yang sewaktu-waktu bisa membesar dan berdampak luas.
“Ini bisa saja menjadi gunung es yang akan meledak di masa yang akan datang. Makanya perlu antisipasi dari pihak terkait, baik Pemko Padang, pemerintah provinsi, maupun orang tua,” katanya.
Baca Juga: PN Padang Tolak Praperadilan Tersangka Korupsi BSN, Status Dinyatakan Sah
Ia juga mendorong para siswa yang menjadi korban untuk berani melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tua maupun guru agar dapat segera ditangani.
“Sebelum meluas, sampaikan ke orang tua dan guru. Itu bentuk komunikasi anak dengan orang tua dan guru,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar penanganan kasus bullying tidak dilakukan dengan pendekatan sepihak atau menghakimi pelaku. Menurutnya, penyelesaian yang mengedepankan komunikasi dan pembinaan tetap harus menjadi prioritas. (yud)
Editor : Adetio Purtama