PADEK.JAWAPOS.COM -- Padang Ekspres secara resmi melepas peserta Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 tahun 2025 di Gedung Graha Pena Padang, Lubukbuaya, Jumat (24/4).
Kegiatan ini menandai berakhirnya masa magang selama enam bulan yang telah dijalani para peserta sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja muda.
Direktur Utama (Dirut) Padang Ekspres, Mhd. Nazir Fahmi, menekankan pentingnya menjadikan pengalaman selama magang sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Ia mengingatkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kepribadian yang kuat.
“Selalulah menjaga integritas dan fokus membangun relasi serta jejaring, karena hal tersebut sangat penting dalam membangun karir ke depan,” ujar Nazir Fahmi di hadapan para peserta.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan para peserta magang selama berada di lingkungan kerja Padang Ekspres.
Menurutnya, kehadiran peserta magang tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga turut mendukung produktivitas perusahaan.
Nazir berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi modal utama bagi para peserta untuk meraih kesuksesan di masa depan, baik di industri media maupun bidang lainnya.
Salah satu peserta magang, Riyadhatul Khalbi, mengungkapkan bahwa program ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan profesionalnya. Lulusan Sastra Inggris Universitas Andalas tersebut mengaku kini memiliki portofolio jurnalistik yang kuat, meski sebelumnya tidak memiliki latar belakang di bidang tersebut.
“Melalui magang Kemnaker sebagai jurnalis di Padek menumbuhkan kemampuan yang sebelumnya belum saya miliki. Sekarang saya sudah memiliki portofolio jurnalistik dari hasil peliputan selama magang,” ujarnya.
Tidak hanya kemampuan menulis, Riyad juga merasakan peningkatan dalam aspek komunikasi, manajemen waktu, kedisiplinan, hingga kemampuan membangun hubungan dengan berbagai pihak (stakeholder engagement). Ia bahkan mendapatkan pengalaman berharga dengan bertemu langsung tokoh-tokoh penting dalam tugas peliputan.
“Kalau dulu tidak terbayang bisa bertemu langsung Presiden atau Kapolri. Saat menjadi jurnalis di Padang Ekspres, pengalaman meliput pejabat negara menjadi hal yang biasa karena kami dilatih profesional di lapangan,” tambahnya.
Pengalaman Lapangan yang Membekas
Riyad juga menceritakan pengalaman paling berkesan selama magang, yakni saat meliput bencana galodo di Batubusuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Dalam tugas tersebut, ia diminta menyusun laporan mendalam (in-depth) mengenai kondisi warga yang terdampak.
“Waktu wawancara, narasumber menangis karena rumahnya hanyut. Di sana saya belajar mengelola emosi sekaligus tetap fokus menggali informasi mengenai kekhawatiran mereka ke depan,” kenangnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi dirinya dalam menjalankan profesi jurnalistik yang tidak hanya menuntut ketelitian, tetapi juga empati.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Fadli Zikri, lulusan Ilmu Komunikasi. Ia menilai program magang ini menjadi jembatan efektif antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja.
“Saya dapat mengimplementasikan langsung teori perkuliahan ke dalam praktik nyata. Pengalaman ini memperkuat kemampuan menulis dan mengajarkan pentingnya mengelola informasi secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Reza Bayu Permana juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan melalui program kolaborasi antara pemerintah dan industri tersebut.
“Terima kasih Kemnaker dan Padang Ekspres karena saya telah mendapatkan pengalaman kerja nyata di bidang jurnalistik selama enam bulan ini,” katanya.
Program Berakhir, Harapan Berlanjut
Program Magang Kemnaker Batch 1 tahun 2025 ini secara resmi berakhir pada Minggu (19/4). Selama enam bulan pelaksanaan, program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental kerja yang profesional dan adaptif terhadap dinamika industri.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya mencetak sumber daya manusia yang kompeten, siap kerja, serta mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun global.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri melalui program magang dinilai menjadi langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan tuntutan dunia usaha yang terus berkembang. (*)
Editor : Adriyanto Syafril