PADEK.JAWAPOS.COM - Kesehatan jamaah calon haji (JCH) menjadi prioritas utama bagi petugas Kloter 1 Embarkasi Padang selama pelaksanaan ibadah haji 2026. Untuk memastikan seluruh jamaah tetap dalam kondisi prima, tim kesehatan bersama ketua kloter melakukan pemantauan langsung ke kamar-kamar jemaah di hotel pemondokan, Sabtu (25/4).
Ketua Kloter 1 Embarkasi Padang, Dian Khairaty, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin yang difokuskan terutama kepada jamaah lanjut usia (lansia) serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
“Fokus kami adalah jamaah dengan kondisi kesehatan khusus, karena mereka membutuhkan perhatian dan pengawasan yang lebih intensif,” ujar Dian.
Dalam kegiatan pemantauan ini, Dian didampingi dokter kloter dr. Fathina Zuhda serta perawat Nova Zamrita. Tim secara langsung mengunjungi sejumlah kamar jamaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memantau kondisi fisik, serta memastikan seluruh kebutuhan medis terpenuhi dengan baik.
Salah satu jamaah yang mendapatkan pemeriksaan khusus adalah Andri Yunanda, yang diketahui memiliki riwayat diabetes disertai kondisi selulitis pada kaki kanan.
“Kami telah memeriksa langsung kondisi jamaah di kamar dan memberikan penanganan medis secepat mungkin agar kondisinya tetap stabil,” kata Dian.
Ia berharap penanganan cepat tersebut dapat membantu jamaah pulih lebih cepat sehingga tetap mampu melanjutkan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
“Mudah-mudahan jamaah segera pulih dan dapat kembali menjalankan ibadah sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Sementara itu, dokter kloter dr. Fathina Zuhda mengingatkan seluruh jamaah, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis, agar tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah yang berlebihan.
“Pastikan kondisi tubuh benar-benar siap, kenali kemampuan diri, dan jangan memaksakan aktivitas di luar jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Fathina.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari paparan panas berlebih mengingat suhu udara di Madinah dan Makkah cukup tinggi.
Menurutnya, disiplin menjaga kesehatan selama di Tanah Suci menjadi faktor penting agar jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah secara optimal.
Pemantauan kesehatan secara intensif ini merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat sebagian besar jemaah berasal dari kelompok usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta yang memerlukan perhatian khusus.
Dengan layanan kesehatan yang optimal, pengawasan berkelanjutan, serta kesiapsiagaan petugas kloter, diharapkan seluruh jamaah Kloter 1 Embarkasi Padang dapat menjalani ibadah haji 2026 dengan aman, sehat, dan lancar hingga selesai. (rdo)
Editor : Adriyanto Syafril