PADEK.JAWAPOS.COM–Seorang pria berusia 29 tahun dilaporkan tenggelam di kawasan Banjir Kanal, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Jumat pagi (1/5/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB.
Korban yang diketahui bernama Fajar Saputra alias Uyuang, merupakan warga Jalan Tabiang Banda Gadang RT 02 RW 01, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Jumat 1 Mei 2026: Padangpanjang Hujan Petir, Padang Diguyur Hujan Ringan
Pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas sekaligus pencari barang bekas itu diduga terpeleset saat sedang mencari barang rongsokan di area bendungan banjir kanal dekat Jembatan Tamsis.
"Korban sedang beraktivitas mencari barang bekas di sekitar bendungan ketika kejadian itu terjadi. Dugaan sementara, ia terpeleset dan kemudian hanyut terbawa arus," ujar Hendri Zulviton dalam laporannya.
Setelah menerima laporan kejadian pada pukul 08.30 WIB, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Padang segera menggelar operasi pencarian.
Baca Juga: ISI Padangpanjang Catat Rekor Peserta UTBK 2026, Ujian Berjalan Tertib dan Transparan
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari 11 unsur diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran secara masif menggunakan perahu karet.
Tim penyelamat yang dikerahkan mencakup personel dari BPBD, Damkar, Basarnas, Polri, TNI, Satpol PP, PMI, Tagana, KSB, masyarakat setempat, serta relawan kebencanaan.
Hingga laporan ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Fajar Saputra masih terus dilakukan. Kalaksa BPBD Kota Padang bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) langsung memimpin koordinasi tim di lapangan untuk memaksimalkan upaya penyelamatan.
Baca Juga: Penumpang KA Lembah Anai Naik 128 Persen, Rute Baru Padang–Kayutanam Makin Diminati
Pihak BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar badan air, terutama di area bendungan dan kanal yang memiliki arus deras. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan ketika bekerja di lokasi berisiko tinggi. (cc1)
Editor : Adetio Purtama